riau24 Harga Buah Kelapa Sawit Cenderung Tak Stabil, SPKS Taja Diskusi Dengan Unilever | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Buah Kelapa Sawit

Harga Buah Kelapa Sawit Cenderung Tak Stabil, SPKS Taja Diskusi Dengan Unilever

0
Harga Buah Kelapa Sawit Cenderung Tak Stabil, SPKS Taja Diskusi Dengan Unilever
Berita Riau -  Harga Buah Kelapa Sawit Cenderung Tak Stabil, SPKS Taja Diskusi Dengan Unilever
Rohul, Riau24.com - Harga Tandan Buah Kelapa Sawit (TBS) cenderung tidak stabil. Sehingga menyebabkan petani kelapa sawit harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Tak hanya itu saja, pabrik-pabrik kelapa sawit (PKS) pun akhirnya menjual CPO melalui perantara-perantara hingga ke perusahaan Unilever.

Baca Juga :
Anak Petani Sawit Berprestasi Dapat Beasiswa D1 
 
Untuk itulah, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Rokan Hulu (Rohul) menaja diskusi dengan PKS non kebun dengan menghadirkan pemateri langsung dari Unilever. 
 
Ketua SPKS Rohul M. Nasir Sihotang mengungkapkan, diskusi ini merupakan upaya untuk memberikan pencerdasan dan memutus mata rantai, penjualan CPO, sehingga harga yang didapat oleh petani akan menjadi lebih tinggi dan pantas. 
 
Ia menambahkan, melihat luas lahan petani swadaya yang ada di Rohul lebih kurang 286 ribu Ha tentunya jumlah tersebut tergolong banyak, bahkan bila mampu untuk dimaksimalkan, petani Rohul akan sejahtera. 

Baca Juga :
DPRD Riau Indikasikan Puluhan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang Beroperasi Ilegal 

 
Dengan hadirnya Unilever, diharapkan dapat membantu meningkatkan petani dari segi harga. Pasalnya, pembeli CPO dari PKS ini langsung dari pengusaha industri hilir, dan perusahan raksasa pembeli CPO 35 persen dunia (Unilever). 
 
"Kalau dibeli langsung oleh Unilever tentunya harga akan semakin tinggi, baik dari petani maupun PKS. Karena bila dimulai dari petani hingga ke Unilever, banyak mata rantainya, " katanya, Kamis (28/7). 
 
Dilanjutkannya, jika CPO dari PKS bisa dibeli langsung oleh perusahaan Unilever dengan harga yang lebih tinggi, karna tidak menggunakan perantara, tentunya pihak PKS akan membeli TBS juga dengan harga yang pantas.
 
"Nah salah satu tujuan kita dengan menghadirkan Unilever tentunya untuk memutus mata rantai ini, jadi gak ada prantara lagi, CPO langsung diambil oleh pihak unilever," jelasnya. 
 
Pria yang sering disapa Sihotang ini mengungkapkan, melalui Unilever ini juga pihaknya akan membuat pelatihan kepada para petani Swadaya, sehingga ‎ petani yang lestari dan berkelanjutan akan terwujud. ‎
 

Banyak PKS Yang Tidak Hadir Dalam Acara Yang Ditaja Oleh Unilever Tersebut

 
Terlepas dari itu, dirinya merasa sangat kecewa dengan peserta diskusi, karena dari 15 PKS Non kebun yang diundang hanya tiga PKS saja yang hadir. 

"Padahal kegiatan ini kan menguntungkan bagi pihak perusahaan, namun hanya sebagian yang datang," ungkapnya.
 
Dirinya berharap, dengan adanya diskusi ini, diharapkan kedapan PKS non kebun dan petani kelapa sawit swadaya bisa menjadi contoh bagi perusahaan yang lainya, sehingga mata rantai yang membuat harga TBS turun bisa diputuskan. 


Syarat Khusus CPO Agar Bisa Dibeli Oleh Pihak Unilever
 
Saat ditanya apakah ada syarat khusus agar CPO dari PKS bisa langsung dibeli oleh Unilever, pihaknya mengungkapkan tidak ada syarat khusus
‎Yang jelas PKS  harus bisa memberikan edukasi kepada para petani tentang  pertanian yang benar lestari dan berkelanjutan. 
 
"Kalau kualitas buah atau TBS itu akan baik secara bertahap, namun cara bertani yang baik itu harus diterapkan," imbuhnya.
 
Sementara Kepala dinas perkebunan dan kehutanan Sri hardono, mengaku sangat mengapresiasi diskusi yang ditaja oleh SPKS, yang dilaksanakan di salah satu hotel di Pasirpangaraian. 
 
"Diskusi ini sangat bagus, karna memberikan pencerdasan, dan peluang-peluang yang sangat menguntungkan bagi petani dan PKS, semoga melalui diskusi ini petani sawit Rohul akan semakin baik lagi sehingga hasil buah kelapa sawit yang dihasilkan pun memuaskan," pungkasnya. 


R24/dev/ags
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru