riau24 LSM Penjara Analisa Adanya Korupsi Sebesar Rp3 Miliar dalam Pengadaan Tanah KIT | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Pekanbaru

LSM Penjara Analisa Adanya Korupsi Sebesar Rp3 Miliar dalam Pengadaan Tanah KIT

0
LSM Penjara Analisa Adanya Korupsi Sebesar Rp3 Miliar dalam Pengadaan Tanah KIT
Berita Riau -  LSM Penjara Analisa Adanya Korupsi Sebesar Rp3 Miliar dalam Pengadaan Tanah KIT

Pekanbaru, Riau24.com- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara menganalisa adanya dugaan korupsi sebesar Rp3.120.000.000 oleh panitia pengadaan tanah pada Kawasan Industri Tenayan (KIT).


"Dari investigasi yang kami lakukan didapati adanya praktek perbuatan penggelembungan harga pembelian tanah kepada oknum yang mengatasnamakan pemilik tanah yang dibayarkan sebesar Rp3 miliar," ungkap Dewan Pimpinan Daerah LSM Penjara Riau, Sunardi, Senin (1/8/2016).


Namun ternyata, kata Sunardi, sesuai data dan keterangan yang diperoleh, pemilik tanah yang sebenarnya justru belum menerima ganti rugi dari panitia pengadaan tanah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada objek yang direncanakan menjadi KIT dan pengeluaran untuk pengadaan tanah itu juga tercatat sebesar Rp6.120.000.000.

Baca Juga : Berikut 4 Primadona Penyumbang Inflasi Tertinggi 


"Dari uraian tersebut untuk data sementara bahwa negara telah dirugikan sebesar Rp3.120.000.000," terangnya.


Sunardi juga membeberkan pihak-pihak yang berkaitan terhadap panitia pengadaan tanah KIT tersebut yakni Khuzairi sebagai pimpinan proyek, Teddy Rukfiadi sebagai wakil ketua, Zelnon Effendi sebagai sekretaris dan Tarmizi Achmad sebagai anggota serta Robert Sanuri sebagai warga keturunan Tionghoa yang mengaku sebagai pemilik tanah.

Baca Juga : Awal Perjalanan Mike Mohede di Audisi Indonesian Idol  


Dalam aksi demo yang dilakukan di depan kantor walikota Pekanbaru ini, LSM Penjara bersama Kelompok Tani Tenayan Indah membawa spanduk bertuliskan "usut dugaan korupsi pengadaan tanah kawasan industri tenayan Kota Pekanbaru. Tangkap dan adili para pelaku koruptor".


"Harapan kami oknum tanah KIT itu bisa diadili," tegas Sunardi.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru