riau24 Tahura SSK II Kian Memprihatin, Dishut Riau Akui UPT telah Buat Beberapa Tindakan Antisipasi | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Tahura SSK II Kian Memprihatin, Dishut Riau Akui UPT telah Buat Beberapa Tindakan Antisipasi

0
Berita Riau -  Tahura SSK II Kian Memprihatin, Dishut Riau Akui UPT telah Buat Beberapa Tindakan Antisipasi
 
Pekanbaru, Riau24.com - Taman Hutan Raya (Tahura) SSK II, kini kian memprihatinkan kerusakkan diakibat perambahan dan serobot lahan. Tetapi hal itu juga dibantah tegas Kepala Dishut Riau Fadrizal Labay. Dikarena dilokasi itu sudah ada UPT selaku pihak mengawasi Tahura.
 
"Tidak ada lagi, terjadi perambah dikawasan Tahura SSK II. Sebab saat ini sudah ada UPT. Maka itu saya rasa tidak ada lagi terjadinya perambahan. Hal ini sesuai bahan informasi yang saya terima. Tapi, diakui itu sebelumnya telah terjadi perambahan," kata Fadrizal.
 
Lebih lanjut disampaikanya, untuk disaat sekarang pengamanannya kawasan Tahura ini terus menjadi perhatian. Dan telah ada ini surat peringatan hukum berkebun area kawasanTahura. Yakni sesuai dari surat 2898/KPHP MMT/1X/2015 tertanggal 16 oktober 2015.
 
Saat disinggung, ini hanya tinggal sekitar 60 persen dari total luasan kawasan 6.172 Ha. Yang meliputi di 3 kabupaten/kota se - Provinsi Riau ? Fadrizal dalam hal ini juga membenarkan. Namun sambung dia, Dishut Riau tentu akan terus berupaya mengembalikan kondisi semula sesuai di SK itu.
 
"Menhutbun pada surat No. 348/Kpts-II/1999 tanggal 26 Mei 1999 seluas 6.172 Ha. Yang meliputi di 3 kabupaten/kota di Provinsi Riau ini. Antara lain, ada di Kabupaten Kampar 3.041,81 Ha, Kabupaten Siak 2.323,33 Ha, dan Pekanbaru 806,86 Ha, Kini Tahura ini tinggal 60 persen," akunya.
 
R24/rul
 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru