riau24 Komisi III DPR RI Pertanyakan SP3 Oleh Polda Riau Terkait 15 Perusahaan Bakar Lahan | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Komisi III DPR RI

Komisi III DPR RI Pertanyakan SP3 Oleh Polda Riau Terkait 15 Perusahaan Bakar Lahan

0
Komisi III DPR RI Pertanyakan SP3 Oleh Polda Riau Terkait 15 Perusahaan Bakar Lahan
Berita Riau -  Komisi III DPR RI Pertanyakan  SP3 Oleh Polda Riau Terkait 15 Perusahaan Bakar Lahan
Pekanbaru,  Riau24.com  - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI melakukan kunjungan kerja ke beberapa lembaga hukum di Riau. Dalam agendanya para legislator mempertanyakan terbitnya SP3 15 perusahaan diduga bakar lahan oleh Kepolisian Daerah Riau.
 
"Kami akan minta penjelasan Polda Riau terkait alasan terbitnya SP3 itu," kata Anggota Komisi III DPR RI Masington Pasaribu kepada wartawan disela kunjungannya di Lapas Kelas II A Pekanbaru.

Baca Juga : Komisi III DPR RI ini Heran Keputusan Polda yang Tetapkan SP3 ke Perusahaan Karlahut 
 
Masington mengatakan, sebelumnaya Komisi III telah pertanyakan hal serupa kepada Bareskrim Mabes Polri. Namun ia beserta kolega ingin mendengarkan penjelasan langsung dari Polda Riau sebagai lembaga yang menangani perkara 15 perusahaan diduga bakar lahan. 
 
Menurut Masington, terbitya SP3 terhadap perusahaan diduga bakar lahan itu jelas sangat mengecewakan masyarakat Riau. Bukan hanya merusak lingkungan dan ekosistem, namun kabut asap akibat kebakaran lahan telah menganggu kesehatan masyarakat. 

Baca Juga : Komisi III DPR RI, Dua Hari akan Kunjungi pada Sejumlah Instansi Penegak Hukum di Riau 
 
Untuk itu kata dia, Polda Riau perlu memberikan penjelasan sedetil mugkin alasan terbitnya SP3. Terbitnya SP3 telah menimbulkan kesan aparat penegak hukum tebang pilih dalam menangani perkara. 
 
"Jelaskan sejelas-jelasnya alasan SP3 itu," katanya. 
 
Komisi III kata Masington, akan mendalami indikasi adanya pelanggaran hukum terkait penanganan kebakaran lahan itu. 
 
"Jika nantinya ada temuan kejanggalan, kami meminta oknum yang bertanggung jawab menangani perkara itu dicopot dan proses ke pengadilan," tutupnya.
 
R24/adi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru