riau24 Pengendalian Penyakit Hepatitis, Dumai jadi Daerah Percontohan Untuk Riau | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Penyakit Hepatitis

Pengendalian Penyakit Hepatitis, Dumai jadi Daerah Percontohan Untuk Riau

0
Pengendalian Penyakit Hepatitis, Dumai jadi Daerah Percontohan Untuk Riau
Berita Riau -  Pengendalian Penyakit Hepatitis, Dumai jadi Daerah Percontohan Untuk Riau

Dumai, Riau24.com – Kementerian Kesehatan RI menunjuk Kota Dumai sebagai percontohan di Provinsi Riau untuk memulai pelaksanaan kegiatan pengendalian penyakit hepatitis tersebut ke masyarakat sasaran.


Baca Juga :
Terseret Arus, Bocah Perempuan Di Dumai Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa Lagi 
 

Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai telah melakukan sosialisasi dan advokasi pengendalian hepatitis pada kelompok resiko tinggi untuk membangun komitmen dan meningkatkan peran positif para pemangku kepentingan pada Senin kemarin.

“Untuk Riau, Dumai ditunjuk sebagai daerah percontohan dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian penyakit hepatitis ke masyarakat sasaran oleh Kementrian Kesehatan RI,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai Paisal melalui Kepala Bidang P2PL Dinkes Dumai Romauli.

Ia menerangkan, kelompok resiko tinggi yang akan menjadi sasaran kegiatan ini diantaranya ibu hamil, warga binaan rumah tahanan, wanita pekerja seks, pengguna jarum suntik narkoba, pelaku seks menyimpang dan seluruh tenaga kesehatan serta pasien cuci darah.

Pengendalian penyakit hepatitis ini, kata Romauli, akan dilaksanakan dengan dua metode, yaitu promotif melalui sosialisasi dan penyuluhan di tengah masyarakat, kemudian prefentif atau langsung menyasar ke kelompok sasaran dan dilakukan pemeriksaan dini.

Baca Juga :
Untuk Penyediaan Air Bersih, Pemko Dumai Welcome Dengan Para Investor
 

“Tujuan program ini guna menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit hepatitis, dan tim medis akan mendatangi langsung kelompok resiko tinggi tersebut untuk melakukan sosialisasi dan pemeriksaan,” jelasnya.

Tim medis yang akan turun langsung dalam kegiatan pengendalian penyakit menular ini terdiri dari, dokter, bidan, perawat, laboratorium, dan petugas kesehatan di rumah sakit dan semua Puskesmas di seluruh kecamatan Kota Dumai.

Dinkes menilai jumlah penderita penyakit yang bisa kronik dan menular melalui sanitasi lingkungan buruk dan perilaku seks menyimpang ini di Dumai tergolong cukup tinggi dan beresiko, sehingga upaya pengendalian harus dilakukan.

“Kita juga butuh dukungan politis dan komitmen pemerintah dalam penganggaran untuk pelaksanaan kegiatan ini, agar penyakit yang bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan jaga lingkungan tersebut dapat ditekan,” ujarnya.

Pengendalian hepatitis selain menyasar ke kelompok resiko tinggi, juga akan diberikan kepada anak dan balita melalui kegiatan imunisasi oleh kader Posyandu.

Terakhir, imbuh Romauli, sasaran untuk kegiatan pengendalian penyakit hepatitis yang akan dimulai pada bulan Agustus ini ditargetkan sebanyak 8.000 orang kelompok resiko tinggi di Dumai.


R24/dik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru