riau24 MPL Riau Minta Walikota Firdaus Segera Selesaikan Pembangunan Jaringan Listrik di Tenayan Raya | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Demo Listrik

MPL Riau Minta Walikota Firdaus Segera Selesaikan Pembangunan Jaringan Listrik di Tenayan Raya

0
MPL Riau Minta Walikota Firdaus Segera Selesaikan Pembangunan Jaringan Listrik di Tenayan Raya
Berita Riau -  MPL Riau Minta Walikota Firdaus Segera Selesaikan Pembangunan Jaringan Listrik di Tenayan Raya

Pekanbaru, Riau24.com- Masyarakat Peduli Listrik (MPL) Riau melakukan demo di depan Gerbang Kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (3/8/2016). Dalam demo ini masa aksi meminta Walikota Pekanbaru, Firdaus segera menyelesaikan pembangunan jaringan listrik di Tenayan Raya hingga tidak ada lagi pemadaman.


"Kami prihatin, Pekanbaru tidak sepatutnya mengalami pemadaman listrik bergilir. Tidak patut juga jika di wilayah yang sudah moderen ini masih sangat banyak ditemukan mesin pembangkit energi listrik (genset) menggunakan bahan bakar di rumah-rumah penduduk. Sebab sejatinya genset hanya layak ditemukan di wilayah tanpa sambungan distribusi energi listrik," ujar Perwakilan MPL, Supendy.

 Baca Juga : Gubernur BEM Fekon UPP, Dukung Pemkab Rohun Bangun Kembali PLTBG di 3 Kecamatan


Dalam orasinya, Supendy juga mengatakan dalam dua bulan terakhir beredar surat berbentuk klaim dari penduduk Perumahan Tunggal Perkasa Permai yang baru berdiri sekitar tahun 2014 di Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya yang intinya menolak pembangunan tower (TW) PLN.


"Padahal, TW itu sudah diizinkan dibangun oleh Pemerintah Kota Pekanbaru sejak sekitar tahun 2009," tambahnya.


Supendy menuturkan, klaim lain dari pengembang perumahan itu yakni PT Serambi Mekkah yang menunjukkan SHM Nomor 4622 seluas 18.729 M2 menyatakan titik TW PLN nomor 29 itu berada di lahannya.

Baca Juga : Ketersediaan Daya Listrik di Rohul Masih Jadi Beban Pikiran Distamben Rohul 


"Setelah kami investigasi ternyata lahan milik H Adri Junaidi atau Hj Dahmar yang berbatasan/diseberang langsung tanah pengembang yang hanya dipisahkan parit kecil. Itu sesuai batas dalam SKGR Nomor 147/593/KL/2010 tanggal 12 Maret 2010," tuturnya.


Perilaku pengembang itu, sambung Sunedy, diduga kuat memperlambat PLN membeli lahan dan sekaligua mengerjakan TW. Bahkan diduga memprovokasi warga pembeli perumahannya untuk menolak TW tanpa landasan hukum yang kuat. Malah aparat Pemda terendah seperti sengaja tidak menjernihkan kepemilikan tanah TW itu sehingga menjadi polemik," sambungnya.


Usai berorasi, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Pekanbaru, Rizal mendatangi puluhan masa aksi ini. Rizal mengatakan Walikota ataupun Pejabat Pemko Pekanbaru lainnya tak dapat menemui masa aksi saat itu.

Baca Juga : Lagi Egrek Sawit, Buruh PT Torganda Tewas Tersengat Listrik 


"Pemko hari ini punya agenda pelepasan calon jamaah haji di Rumah Dinas Walikota. Aspirasi Bapak dan Ibu semua mengenai masalah energi ini akan kami sampaikan kepada pihak berwenang," singkat Rizal.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru