riau24 Satreskrim Polres Rokan Hulu Gelar Ekspos Terkait Transaksi Senjata Tajam di Tapah Darussalam | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Polres Rokan Hulu

Satreskrim Polres Rokan Hulu Gelar Ekspos Terkait Transaksi Senjata Tajam di Tapah Darussalam

0
Satreskrim Polres Rokan Hulu Gelar Ekspos Terkait Transaksi Senjata Tajam di Tapah Darussalam
Berita Riau -  Satreskrim Polres Rokan Hulu Gelar Ekspos Terkait Transaksi Senjata Tajam di Tapah Darussalam
Rohul, Riau24.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rokan Hulu (Rohul) menggelar ekspos di Polres Rohul, pada Rabu (3/8) setelah berhasil menggagalkan transaksi senjata api (senpi) merk Winchester tanpa izin alias ilegal di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam dengan pelaku yakni RA alias Riki (29) warga Afdeling 1 PTPN V Sei Lindai Tapung, Kampar serta seorang rekannya ALT alias Tara (22) warga Perumahan PT. Sei Kencana Afdeling 2.


Baca Juga :
Polres Rokan Hulu (Rohul) Berhasil Gagalkan Perdagangan Senjata Api Ilegal
 
Dimana dalam ekspos tersebut, RA sebagai pemegang senjata mengaku dirinya terpaksa menjual senpi tersebut karena sangat membutuhkan uang. 
 
"Istri dan kedua anak saya sakit bang, uang gak ada, harta yang mau dijual juga gak ada, makanya saya jual aja senpi titipan kawan saya yang dari aceh tersebut," katanya. 
 
Ia mengakui, melihat kondisi istri yang semakin buruk dirinya tak tahu lagi harus berbuat apa. Demi mendapatkan uang, dirinya terpaksa menjual senpi tersebut ke pembeli dengan inisial NS. 
 
Lebih lanjut dijelaskanya, senpi tersebut rencananya akan dijual seharga Rp.18 juta, namun bila ada yang menawar Rp.5 juta, dirinya akan menjualnya juga. Pasalnya dirinya sangat membutuhkan uang untuk berobat istri dan anak-anaknya. 
 
Pria dua anak ini juga mengaku, senpi tersebut baru ditawarkan kepada satu orang, dan saat ditawarkan kepada NS dirinya pun langsung menyetujui untuk membelinya. 


Baca Juga :
Kabar Oknum Paspampres Beli Senjata Ilegal di AS, TNI AD akan Investigasi 
 
Masih ditempat yang sama, Kapolres Rohul AKBP. Pitoyo Agung Yuwono, mulalui Kaur Bin Ops Reskrim  Ipda Aldhino ‎mengungkapkan perdagangan senpi ilegal ini rencananya akan di jual kepada NS yang saat ini telah di tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). 
 
Dirinya menjelaskan, NS yang saat ini masih DPO tersebut, pernah melakukan aksi curas baik di Rohul maupun Kabupaten Kampar. Untuk itulah, pihaknya masih melakukan pengejaran. 
 
‎Ipda Aldhino menjelaskan, dua pria yang akan menjual Senpi tersebut  berhasil di ringkus di Kecamatan Kunto Darussalam.
 
Satu pelaku terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur, yakni terhadap tersangka Riki karena saat ditangkap Polres Rokan Hulu dirinya berusaha kabur, sehingga pada bagian kakinya kirinya bersarang timah panas.


Baca Juga :
10 Senjata Api Paling Berbahaya di Dunia

 
"Saat kita lakukan penangkapan ke dua pelaku sempat hendak melakukan perlawanan. Namun kita lebih sigap, dan langsung kita amankan," imbuhnya. 
 
‎Untuk kedua tersangka, pihaknya menjerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU darurat tahun 1951 dengan  ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
 
Pada kesempatan tersebut, Ipda Aldhino‎ menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk peka terhadap lingkungannya, ketika melihat sesuatu yang mencurigakan. Segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat. 
 
"Ya kita akan semaksimal mungkin memberikan rasa aman kepada masyarakat, untuk itulah, bila ada terlihat gerak-gerik yang mencurigakan. Segera laporkan, sehingga kami pun bisa melakukan tindakan," pungkasnya.
 
Sebelumnya, ‎penangkapan dua pelaku penjual senpi ini berawal pada Jumat lalu, anggota Polres Rokan Hulu mendapat info dari masyarakat bahwa ada orang yang memiliki senpi dan berniat untuk menjualnya.
 
Mendapati laporan tersebut, anggota Satreskrim Polres Rohul melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, sekira pukul 08.00 WIB, tepatnya di Simpang PTPN V Pagaran Tapah Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, polisi melihat dua pria dicurigai tengah berboncengan menggunakan sepeda motor matic Yamaha Xeon.
 
Selanjutnya, polisi memberhentikan dan berniat menangkap keduanya. Namun, tersangka Riki melarikan diri. Meski sudah ada tembakan peringatan, namun tidak diindahkan tersangka.
 
Riki sempat dibawa anggota dari Polres Rokan Hulu ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. Kemudian, keduanya dan barang bukti dibawa ke Mapolres Rohul.
 
Dari hasil pemeriksaan, ternyata Riki yang memiliki satu pucuk senpi merk Winchester yang merupakan  senjata titipan temannya berinisial JN warga Aceh, pada Januari 2016 silam. 


R24/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru