riau24 Program Baru DKP, Budidayakan Kerang Dara Dan Ikan Kurau | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Pekanbaru

Program Baru DKP, Budidayakan Kerang Dara Dan Ikan Kurau

0
Berita Riau -  Program Baru DKP, Budidayakan Kerang Dara Dan Ikan Kurau
Pekanbaru, Riau24.com- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, membuat program baru yaitu budidaya ikan asli Riau yang dalam hal ini adalah kerang dara dan Ikan kurau untuk meningkatkan sektor budidaya di Perairan Riau.

“Sekarang baru kita coba ke hilir untuk melihat potensi kerang dara didaerah Panipahan, Asahan, Rokan Hilir (Rohil). Ini asli dari Riau. kita juga akan budidaya Ikan Kurau,” ungkap Kepala DKP Provinsi Riau, Tien Mastina, Kamis (4/8/16).

Dijelaskannya, program ini tengah dalam proses pembudidayaan yang dilakukan di Kabupaten Meranti. "program ini  yang sedang dikerjakan DKP pada tahun 2016 sekarang, tepatnya di Kabupaen Meranti," ujar Tien di Pekanbaru.

Ia menyebutkan bahwa hingga kini, harga penjualan Ikan kurau di pasaran cukup tinggi. hanya saja ia menyayangkan bahwa ikan khas Riau satu ini belum dipatenkan.

"Ikan itu dijual perkilonya saja bisa mencapai Rp120 ribu. Namun sangat disayangkan hingga kini belum dipatenkan," imbuhnya.

Sejauh ini, menurutnya lagi, hanya ikan patin dan baung yang telah dipatenkan. "Hanya patin dan baung yang sudah dipatenkan. Mudah-mudahan ikan kurau bisa segera dipatenkan juga," harapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Usman M Tang, Ahli budidaya perikanan Riau, salah satu jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis penting dimana banyak dijumpai di perairan tropis (Indo Pasifik) adalah dari famili Polynemidae (thereadfin).

Ikan dari famili ini memiliki 8 genera dan 29 jenis (species) tersebar secara luas di daerah tropis dan subtropis mulai dari Samudera Pasifik sampai Samudera India dan Indo Pasifik. Diantara itu, Genus Polydactyluslah yang memiliki jenis terbanyak.

Salah satu dari jenis famili ini oleh masyarakat Riau yaitu Bengkalis, Meranti, Bagansiapi-api, Siak dan Pelalawan dikenal dengan sebutan ikan Kurau (Polinemus dubius).

"Ikan ini menyukai perairan terbuka, dangkal dengan dasar perairan berlumpur atau berpasir. Karena bersifat eurihalin, yaitu memiliki toleransi yang besar terhadap salinitas, tidak jarang ikan kurau dapat masuk ke muara sungai dan bahkan ke sungai-sungai yang berkadar garam rendah," jelas Profesor Usman M Tang, ahli Budidaya Perikanan Riau.

Profesor Usman juga menjelaskan, bahwa ikan kurau juga menyukai udang-udang dan ikan-ikan kecil sebagai menu hariannya. Diperkirakan ikan ini memijah di daerah permukaan. Kemudian, telur berukuran kecil yang mengapung di permukaan air atau dekat permukaan, hanyut oleh arus sampai menetas.

Hanya saja, terang Profesor, ikan kurau sudah menjadi ikan ekonomis penting di perairan di Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis dan Selatpanjang, karena itu keberadaannya selalu diburu. Sering kali dalam perburuan ikan kurau ini menimbulkan konflik antar nelayan, guna mempertahankan fishing ground yang secara sepihak diklaim kepunyaan mereka. Konflik berakhir dengan pembunuhan dan penculikan, seperti yang pernah terjadi di pertengahan tahun 2006.

R24/ntg 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru