riau24 Bansosnya Muhammad Adil, SDR Kecewa pada Kejati, Maka Lanjut ke Kejagung | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Bansosnya Muhammad Adil, SDR Kecewa pada Kejati, Maka Lanjut ke Kejagung

0
Berita Riau -  Bansosnya Muhammad Adil, SDR Kecewa pada Kejati, Maka Lanjut ke Kejagung
 
Pekanbaru, Riau24.com - Kasus dugaannya korupsi dana Bansos yang melibatkan Muhammad Adil, disaat itu masih menjabat sebagai anggota DPRD Meranti. Tapi atas dugaan korupsi yang telah dilapor pada Kejati Riau. Hanya saja, kini masih mandeg kelanjutan proses hukum.
 
"Heran juga saya melihat mandeg proses hukum di Kejati Riau, atas dugaan korupsi Bansos dilakukan Muhammad Adil diketika mejabat anggota DPRD Meranti. Dikarena dugaan korupsi pemotongan atas dana aspirasi (bansos) anggaran 2013," kata Hari Purwanto.
 
Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) ini, mengatakan, dikarena
penyelidikan dilakukanya penyidik di Kejati Riau mandeg. Makanya, 
kasus mantan anggota di DPRD Meranti, saat ini menjadi anggota DPRD Riau dari Partai Hanura ini dilaporkan pada Kejagung.
 
"Kasus dugaan korupsi dilakukan Muhammad Adil yang disaat kini, mandeg di Kejati Riau. Makanya, kami lanjutkan laporan ini kepada Kejagung atas nama Muhammad Adil yang ini duduk di DPRD Riau. Karena, proses yang sebelumnya di Kejati tak jalan," ujarnya.
 
Hari Purwanto, selaku pelapor ini, menambahkan, laporan itu sudah dilakukanya pada hari Senin (1/8) lalu. Dan lansung diterma secara resmi ke Kejagung yang diterima Ibu Retna KR dari pihaknya Pusat Penerangan Hukum. Tentu, untuk ditindaklanjut dengan segera.
 
Hari Purwanto menyebut, bahwa dalam laporan melampirkan bukti bukti dugaan korupsi dilakukanya Muhammad Adil. Ditambahkanya, sangat menyayangkan kinerjanya para penyidik Kejati Riau didalam mengusut kasus dugaan korupsi dana aspirasi dilaporkan itu.
 
"Sangat disayangkan kenirja dari para penyidik Kejati Riau didalam mengusut kasus dugaan korupsi dana aspirasi dilaporkan itu. Yang dikarena, kasus dilaporkan sudah lebih dari satu tahun lalu. Namun, hingga kini tidak ada kejelasanya dari Kejati Riau," sebutnya.
 
Memang ungkapnya, Kejati Riau sendiri sudah melakukan proses penyelidikan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor : PRINT-02/N.4/Fd.1/04/2015 tanggal 07 April 2015, yang ditandatangangi Kepala Kejati Riau, Setia Untung Arimuladi.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru