riau24 Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar yang Ditabrak Tagbod PT SRL, Masih Tetap Rusak Parah  | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar yang Ditabrak Tagbod PT SRL, Masih Tetap Rusak Parah 

0
Berita Riau -  Pelabuhan Induk Masyarakat Titi Akar yang Ditabrak Tagbod PT SRL, Masih Tetap Rusak Parah 
 
Pekanbaru, Riau24.com - Hingga kini, pelabuhan induk Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis, masih tetap rusak parah dibuat kapal tagbod PT Sumatera Riang Lestari (SRL) pada tahun 2015.
 
Seakan tidak ada ganti rugi pada pelabuhan yang dirusak. Padahal pelabuhan dibangun dengan dana APBD Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat setempat.
 
"Jika begini terus, masyarakat yang memanfaatkan pelabuhan induk Desa Titi Akar tersebut sebagai lokomotif ekonomi dan pintu gerbang masuk lalu lalang khususnya masyarakat Desa Titi Akar tidak dapat digunakan lagi dengan masimal," kata Sukarto.
 
Kepala Desa (Kades) Titi Akar ini mengatakan, warga berharap kepada semua pihak terkait agar dapat membantu, terutama pihat PT SRL yang mengakibatkan rusak parahnya pelabuhan induk kami. Kalau sudah begini, ujarnya, tentu PT SRL melanggar pasal 33 ayat 1, 2 dan 3.
 
"Sementara kami yang tinggal di desa tentu hanya membayangkan jangan sampai berpikiran siapa yang kuat dengan uang yang banyak itulah yang menang, bisa melakukan seenaknya terhadap desa kami, sehingga kami orang kecil terus jadi tumbal," katanya.
 
Ditambahkannua, bagi mereka yang punya uang seperti PT SRL, apalagi menganggap sepele. Hal ini dibuktikan, yang sampai kini tidak ada penyelesaian akibat ulah kapal PT SRL tersebut.
 
"Sebenarnya banyak sekali PT SRL itu memanfaatkan wilayah hukum daerah otonom Desa kami, akan tetapi selama saya menjabat Kepala Desa tidak ada sedikitpun bantuan perusahaan tersebut kepada warga kami, malah sebaliknya membuat resah masyarakat," katanya.
 
Keresahaan itu antara lain, ujarnya, dimana jaring nelayan yang dilanggar tidak mau mereka bayar. Padahal itu akibat ponton mereka yang membawa kayu di perairan dari wilayah kelompok nelayan.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam