riau24 Hutan TNTN tetap Dirambah, jadi Bukti Lemahnya Kepedulian dari Pemerintah Menegakkan Aturan | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Hutan TNTN tetap Dirambah, jadi Bukti Lemahnya Kepedulian dari Pemerintah Menegakkan Aturan

0
Berita Riau -  Hutan TNTN tetap Dirambah, jadi Bukti Lemahnya Kepedulian dari Pemerintah Menegakkan Aturan
 
Pekanbaru, Riau24.com- Hutan di Riau masih tetap dirambah. Yaitu, kawasan dilindungi seperti Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), yang saat sekarang luluh lantah. Tetapi anehnya, pemerintah tidak serius menangani. Sehingga, perambah masih berlanjut.
 
Diketahui, hutan TNTN yang luas
81.793 hektare (Ha) terhampar di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Pelalawan. Tetapi lebih kurang 20.000 ha, dijarah dengan perambahan. Bahkan, lebih parah seluas 5.000 ha ini telah dijadikan lahan perkebunan bersertifikat.
 
Rusaknya hutan dilindungi, DPRD Riau sangat menyesalkan kenirja aparatur pemerintah dan penegak hukum. "Tentunya, sangat disesal kalau kawasan TNTN masih tetap dirambah. Ini, jadi bukti lemahnya kepedulian pemerintah, dalam hal pengawasan," ujar Nasril SAg.
 
Anggota dari Komisi A DPRD Riau in mengatakan, sebagai kawasan hutan yang dilindungi ini, semakin ruwet. Pasalnya didalam kawasan hutan dirambah itu terdapat SHM diterbitkannya Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Sangat jelas telah melanggar aturan.
 
"DPRD Riau menyayangkan sikap itu. Parahnya lagi, di hutan ini ada 5.000 ha dimiliki oknum itu, sudah memiliki SHM. Bahkan TNTN luas
81.793 ha tersebut, diketahu lebih kurang 20.000 ha, dijarah dengan perambahan. Ini, telah melanggar aturan berlaku," sebut Nasril.
 
Politisi Demokrat ini menegaskan,
pihak pengelola TNTN agar serius melakukan pengawasan. Disebab itu sudaj menjadi kewenangannya pengelola menjaga kawasan yang dilindungi. Artinya, jangan sampai lepas tanggungjawab. Sebab, jadi tugas utama pihak pengelola.
 
Seperti diberitakan media, bahwa
Pengelola TNTN ini ada mencatat lebih 20 ribu ha dirambah. Sekitar 5.000 ha diantaranya ada memilik SHM. Penegasan ini disampaikan Darmanto, Kepala BP TNTN pada wartawan, Sabtu malam. Disebut dia, itu merupa pengrusakan. 
 
"Terbukti daripada 81.793 ha luas TNTN yang terhampar di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan juga Pelalawan ini, seluas lebih kurang 20.000 ha lebih dijarah oleh orang mengatasnamakan ratusan untuk usaha koperasi. Parahnya itu ada 5.000 ha miliki SHM," ujarnya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru