riau24 Adermi: Mogok Kerja Buruh BOB PT Bumi Siak Pusako, Ini 6 Poin akan Dituntut | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Adermi: Mogok Kerja Buruh BOB PT Bumi Siak Pusako, Ini 6 Poin akan Dituntut

0
Berita Riau -  Adermi: Mogok Kerja Buruh BOB PT Bumi Siak Pusako, Ini 6 Poin akan Dituntut
 
Pekanbaru, Riau24.com- Adermi selaku Ketua Umum DPP Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI), menyebutkan, sesuai dari jadwa disepakati bersama antara buruh di lingkungan BOB PT Bumi Siak Pusako (BSP). Maka, besok akan aksi mogok kerja.
 
"Yah, besok akan ada aksi mogok kerja dari buruh, di lingkung BOB PT BSP. Mogok kerja ini, disebab pihak perusahaan BUMD berada di Kabupaten Siak itu tidak peduli akan tuntutan buruh pada ketika aksi demo di akhir bulan April lalu di Siak," ungkap Adermi, Ahad.
 
Dikatakan Adermi, masalah buruh di BOB PT BSP ini, pasca adanya aksi demo besar-besaran Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI), memang telah dilakukanya suatu pembahasan masalah merugikan buruh. Namun, dari beberapa kali pertemuan, tidak ada sepakat.
 
"Sebelumnya, kita dari SBCI telah melakukan aksi demo, akhir bulan April lalu. Dan ada 6 poin tuntutan disampaikan. Saat itu pemerintah melalu Disnakertrans Siak ungkap janji akan mediatori. Tapi, diketika mediasi kemarin di Disnakertrans, tak ada kesepakatan." ujarnya.
 
Adapun tuntutan yang disuarakan itu antara lain. Pertama, agar BOB PT BSP pertamina Hulu meninjau kenaikan upah pekerja/buruhh perusahaan kontraktor jasa penunjang sekurang-kurangnya sekali dalam setahun, sesuai undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
 
Kedua, agar BOB menyesuaikan pembayaran upah pekerja/buruh sesuai dengan SK Gubernur Riau nomor 44/11/2015 tentang upah minimum sub sektor Migas Provinsi tahun 2015.
 
Ketiga, agar merapelkan pembayaran pesangon semua pekerja/buruh karyawan perusahaan jasa penunjang sejak tahun 2009 sampai sekarang.
 
Keempat, agar memberikan pesangon setiap pergantian perusahaan kontraktor jasa penunjang.
 
Kelima, menerapkan waktu kerja dan waktu  istirahat, sesuai dengan kepmenakertrans, tentang waktu kerja dan istirahat pada sektor energy jalan sumber daya mineral pada daerah tertentu.
 
Keenam, mengembalikan waktu kerja dan istirahat pekerja/buruh karyawan perusahaan jasa penunjang seperti semula yaitu 10 hari bekerja terus menerus dan istirahat 5 hari dengan bekerja 2 jam. Mengacu kepada poin-poin diatas, BOB PT BSP-Pertamina Hulu meminta penyelesaian masalah-masalah ketenagakerjaan antara pekerja atau buruh dari perusahaan pihak ketiga yaitu mitra kerja BOB dapat diselesaikan secara internal di perusahaan.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru