riau24 Patah Hati Bisa 'Bunuh' Wanita | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Internasional

Patah Hati Bisa 'Bunuh' Wanita

0
Patah Hati Bisa 'Bunuh' Wanita
Berita Riau -  Patah Hati Bisa 'Bunuh' Wanita

Riau24.com - Takotsubo, atau sindrom patah hati lebih banyak melanda wanita dibanding pria, demikian menurut sebuah penelitian ilmiah. Sindrom patah hati, bahkan bisa memicu kematian.

"Kami percaya bahwa sindrom Takotsubo adalah contoh klasik dari umpan balik yang terjalin secara kompleks, meliputi rangsangan psikologis dan / atau fisik dalam otak yang kemudian berdampak pada sistem kardiovaskular," kata Jelena Ghadri, MD, peneliti di departemen kardiologi di University Hospital di Zurich, Swiss.

[Manchester United Puncaki Klasmen Perdana BPL]
 

Mekanisme yang tepat tentang bagaimana terjadinya sindrom takotsubo masih dalam penelitian yang terus berlangsung. Para profesional medis banyak yang tertarik pada topik yang pertama kali diteliti di Jepang pada awal 1990-an ini.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Ghadri menunjukka,n bahwa tidak hanya peristiwa sedih yang dapat menyebabkan timbulnya takotsubo, peristiwa gembira pun bisa, seperti ulang tahun dan pernikahan.

[Liverpool Bantai Arsenal Pada Laga Pertama Musim Ini]
 

Apapun yang membuat emosi Anda melonjak bisa memicu kondisi mulai dari kelelahan, sesak napas hingga asma.

Penelitian juga menunjukkan, bahwa mayoritas orang yang menderita sindrom takotsubo adalah perempuan pasca-menopause.

"Sembilan dari 10 pasien takotsubo adalah wanita. Ini menunjukkan bahwa ada estrogen di sana," kata Harmony Reynolds, MD, Saul J. Farber, profesor kedokteran di divisi kardiologi di NYU Langone Medical Center, yang memimpin sebuah studi tahun lalu terhadap 20 perempuan yang selamat sindrom patah hati.

[Pokemon Go Bikin Toko Ini Kehabisan Es Krim]
 

Saat ini, dia sedang mencoba untuk menemukan penjelasan mengapa patah hati yang melanda wanita usia senior, cenderung lebih fatal.

Beberapa penelitian menunjukkan, pria lebih terlindungi terhadap hormon yang berhubungan dengan stres. Sebaliknya, wanita pasca-menopause yang telah kehilangan hormon estrogen, berada pada risiko yang paling tinggi.

[Heboh, Menteri ESDM Jojowi Warga Negara Amerika Serikat]
 

Penelitian lain menunjukkan, bahwa estrogen sendiri sebenarnya adalah pelindung untuk jantung.

Sindrom takotsubo menampilkan dirinya seperti serangan jantung biasa dengan gejala; nyeri dada, sesak napas dan elektrokardiogram EKG) tidak teratur. Perbedaannya, serangan jantung biasa disebabkan oleh arteri koroner yang tersumbat.

[Adermi: Mogok Kerja Buruh BOB PT Bumi Siak Pusako, Ini 6 Poin akan Dituntut]
 

Sementara pada kasus takotsubo, arteri tetap terbuka, namun kombinasi dengan faktor-faktor lain, menyebabkan jantung mengambil bentuk seperti takotsubo, panci khas Jepang yang digunakan untuk menjebak gurita.


R24/gig 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru