riau24 Arogansi Manajemen BOB PT BSP-Pertamina Hulu, Ratusan Buruh dari SBCI ini Mogok Kerja | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Arogansi Manajemen BOB PT BSP-Pertamina Hulu, Ratusan Buruh dari SBCI ini Mogok Kerja

0
Berita Riau -  Arogansi Manajemen BOB PT BSP-Pertamina Hulu, Ratusan Buruh dari SBCI ini Mogok Kerja
 
Pekanbaru, Riau24.com - Arogansi dari pihak manajemen BOB PT BSP - Pertamina Hulu, berdampak tidak harmonisnya hubungan industrial di lingkung perusahaan BUMD ini. Akibatnya, ratusan buruh berada dinaungan Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) melakukan aksi mogok kerja.
 
"Hari ini, kami sekitar 600 buruh minyak sub-kontraktor di Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, di Siak memulai aksi mogok kerja yang diakibat arogansi manajemenya perusahaan BUMD tersebut. Ini disebab tidak dipenuhi tuntutan,' ungkap Adermi.
 
Ketua Umum DPP SBCI Riau ini, kepada wartawan, Senin (15/08) siang, mengatakan, dilakukan itu aksi mogok kerja dikarenakanya arogansi di manajemen BOB PT BSP. Yang dibuktikan belum ada dipenuhinya tuntutan aksi demo, yang menjadi kesepakatan saat berdemontrasi.
 
"Pada aksi demo dilakukan bulan April hingga awal bulan Mei 2016 waktu lalu itu telah ada beberapa tuntutan jadi kesepakatan, disaat demontrasi tersebut. Tapi, belum ada dipenuhi hingga kini tuntutan yang menjadi kesepakatan waktu itu. Maka, disaat ini mogok kerja," ungkap Adermi.
 
Dikatakannya, buruh hampir 600 orang yang terdiri dari di Zamrud Area, Pedada Area dan Kasikan Area. Semua, telah mogok mulai tadi pagi, Senin (15/08). Tapi ini, aksi mogok kerja sampai tanggal 19 Agustus 2016, kalau tidak ada solusi maka demo besar-besaran lagi 21 Agustus.
 
Adermi menyebutkan, masalah ini sebetulnya diakibat arogansi lama dari manajemen BOB PT BSP itu pada buruh. Maka sempat terjadi aksi demo besar-besaran di bulan April 2016. Bahkan setelah demo waktu itu telah diadakan meditasi oleh Disnaker Siak. Tapi tidak ada hal kesepakatan.
 
Kesempatan itu Adermi tegaskan bahwa, menjadi tuntutan pekerja ini diharapkan segera ada solusi. Pada aksi beberapa bulan lalu itu, buruh tolak pengurangan pekerja oleh perusahaan, membayarkan upah mengacu pada UMSP Riau, meninjau ini upah sekali setahun, dan memberikan pesangon oada setiap pergantian perusahaan subkontraktor.
 
"Sudah tiga tahun upah yang kami terima Rp2.290.000 per bulan, padahal Upah Minimum Sektor Migas di Riau Rp2.465.000. Selain itu ada masalah pesangon juga tak pernah direalisasikan padahal ini amanat dari Undang Undang Ketenagakerjaan, termasuk persoalan waktu kerja," ujarnya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru