riau24 Samad bantah Orang Tuanya Dituding Mafia Tanah | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Sengketa Tanah

Samad bantah Orang Tuanya Dituding Mafia Tanah

0
ilustrasi sengketa tanah.
Berita Riau -  Samad bantah Orang Tuanya Dituding Mafia Tanah

BENGKALIS, Riau24.com - Pengusaha di siak kecil Bok liong Melalui Salah Seorang Anaknya,Samad Membantah Keras Orang tuanya dituding Sebagai Mafia Tanah Didusun Rantau Panjang Desa Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.

Bantahan Tersebut Dikatakan Samad Salah satu Anak Dari Bok Liong Saat Ditemui Media ini ,Selasa (16/08/2016) dikediamannya sore.

Hal ini dikatakan Samad, Sebelumnya beredar Diberitakan Dimedia Oneline Masyarakat Desa Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis melakukan aksi galang dana untuk korban penggusuran di dusun Rantau Panjang,senin (15/08) lalu.

[Bupati Bengkalis Kukuhkan Paskibra]
 

Aksi Penggalangan dana ini diberi nama "Koin Selamatkan Dusun Rantau Panjang Dari Tengkulak Tanah" dan dikoordinir oleh masyarakat setempat.

Efrizal selaku Kordinator aksi yang menamakan Pekat (Peduli Masyarakat) bersama KNPI Kecamatan Siak Kecil ini mengatakan bahwa penggalangan dana ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kita terhadap nasib yang menimpa saudara kita didusun rantau panjang.
 

"Penggalangan dana ini sebagai bentuk solidaritas kami sebagai masyarakat Desa Lubuk Muda untuk korban penggusuran yang dilakukan oleh tengkulak tanah terhadap warga Dusun Rantau Panjang yang hingga saat ini belum mendapat keadilan dari pemerintah setempat," kata efrizal

[Warga Gelar Aksi Galang Dana Untuk Korban Penggusuran di Dusun Rantau Panjang]
 

Sambung Samad mengakatakan,jika Aksi ini dibuat bagi saya tidak ada masalah,itu hak mereka,namun jika orang tua saya (Bok Liong red) dikatakan Mafia Tanah atau Tengkulak Tanah kami Merasa keberatan dan sangat Membantah.

" Ini sudah Pencemaran nama baik dan bisa dipidananan,Kami tidak Merampas tanah masyarakat,yang jelas ketika sebelumnya awal punca masalah Kami juga sudah berupaya menyelesaikan dengan cara berdamai dengan warga,namun warga terkait tidak mau,dan juga tidak ada sampai 15 kepala keluarga yang bermasalah,akan tetapi hanya 2 rumah saja " paparnya

[Jelang HUT RI ke 71, Camat Imbau Warga Pasang Bendera Merah Putih]
 

Tambanya lagi,dengan tidak bisa dibawa runding sebelumnya maka kami lebih memilih menempuh kejalur hukum untuk mencari keadilan,lebih kurang 32 kali sidang dipengadilan Negeri bengkalis baru ada titik terang,sehingga putusan pengadilan negeri bengkalis menyatakan tanah tersebut milik kami.

" Tanah kami mempunyai legelitas yang jelas dan diakui Negara,Bukan ilegal dan bukan kami Mafia Tanah atau Tengkulak Tanah" kesal Samad mengahiri


R24/yus

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru