riau24 Menteri LHK Hubungi Gubri Hari Ini. Ini Penyebabnya | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kebakaran Hutan Di Riau

Menteri LHK Hubungi Gubri Hari Ini. Ini Penyebabnya

0
Menteri LHK Hubungi Gubri Hari Ini. Ini Penyebabnya
Berita Riau -  Menteri LHK Hubungi Gubri Hari Ini. Ini Penyebabnya

Pekanbaru, Riau24.com- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya hari ini menghubungi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Hal itu dilakukan sebagai bentuk monitor dirinya terhadap karhutla yang terjadi di Riau.


"Pagi ini saya kembali berkoordinasi dengan Gubernur Riau, meminta atensi serius dari para Bupati," ujar Menteri Siti, Jumat (19/8/2016).


Titik api kembali bermunculan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Meski jumlahnya menurun drastis dibanding tahun lalu, namun Tim Satgas Karhua yang terdiri dari TNI, Polri, Pemda, Manggala Agni serta kelompok masyarakat tetap bekerja ekstra memadamkan titik api.

[Sekda: 1 Bulan Ini Riau Dalam Kondisi Siaga Karhutla] 


Selain pemadaman secara manual, juga dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan water bombing. Sejalan dengan upaya itu, penegakan hukum juga terus ditingkatkan. Oknum pengusaha dan masyarakat yang dengan sengaja membakar lahan dan hutan, dilakukan penindakan tegas dan setiap hari laporan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya.

''Saya sudah berkoordinasi dengan para Kapolda. Harapan saya pelaku pembakaran termasuk pemilik lahan atau pemodal yang diketahui sengaja membakar, harus dikejar dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,'' tegas Menteri Siti.


Khusus di Provinsi Riau, jumlah titik api juga turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan pantauan Satelit NOAA terdapat 1.208 titik panas pada tahun 2015, dan saat ini turun menjadi 297 titik atau terjadi penurunan mencapai 75,41 persen.

[Kordinasi Soal SP3 Perusahaan Karlahut oleh Polda, Komisi A DPRD Riau Hari Ini ke DPR RI


Sementara berdasarkan pantauan Satelit Terra, jumlah titik api di Riau tahun ini tercatat 499 titik. Di periode yang sama tahun 2015, jumlah titik api pernah mencapai 1.537 titik. Artinya terjadi penurunan 67,53 persen.


Sedangkan untuk ISPU, mayoritas masih dalam status baik. Kemarin, sempat diketahui ada dua daerah di Riau dengab ISPU berstatus sedang. Namun menjelang sore, ISPU kembali berangsur membaik.


''Tahun ini juga belum ada laporan terjadinya Transboundary Haze Pollution dari ASMC (Asean Specialised Meteorological Center). Meski begitu saya tetap minta semua pihak terus waspada,'' ungkap Menteri Siti.

[72 Titik Panas Terpantau di Sumatera, Paling Banyak di Riau


Menteri Siti meminta kepada seluruh jajaran UPT KLHK turut membantu pencegahan dan penanggulangan karhutla sesuai dengan kewenangannya serta melakukan koordinasi antar UPT dan Satgas karhutla di daerah.


"Bagi UPT yang tidak responsif terhadap penanganan Karlahut akan diberikan sanksi tegas, antara lain pemindahan tempat tugas sampai dengan pencopotan jabatan," tegas Menteri Siti lagi.


Setiap hari Menteri Siti mendapatkan laporan tentang berbagai upaya yang dilakukan di lapangan, khususnya upaya pemadaman titik api. Salah satu laporan yang diterima adalah pemadaman titik api di Kawasan Industri Buton Mengkapan dengan luas sekitar 120 Ha.

[Kebakaran Lahan Gambut di Bonai Rohul Meluas, 290 Hektar Terbakar


''Saya mengucapkan terimakasih pada semua pihak yang berdedikasi memadamkan titik api. Terutama yang berada di garda terdepan dan bekerja nyaris tiada henti,'' tambahnya.


Menteri Siti menuturkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah menindaklanjuti amanat dan komitmen dari Presiden RI, Joko Widodo. Salah satunya dengan melakukan moratorium penerbitan izin konversi lahan hutan alam menjadi lahan perkebunan sawit, khususnya di lahan gambut.


''Selain itu saya telah meminta Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK untuk menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum di lahan gambut, terutama perkebunan sawit illegal,'' tuturnya.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru