riau24 Balai TNTN Dan Tim Satgas Gabungan Terus Berupaya Menekan Perambah | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Kebakaran Hutan Di Riau

Balai TNTN Dan Tim Satgas Gabungan Terus Berupaya Menekan Perambah

0
Balai TNTN Dan Tim Satgas Gabungan Terus Berupaya Menekan Perambah
Berita Riau -  Balai TNTN Dan Tim Satgas Gabungan Terus Berupaya Menekan Perambah

Pekanbaru, Riau24.com - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama Polri, TNI, Pemerintah Daerah Pelalawan, dan Polres Pelalawan sedang gencar melakukan upaya penekanan agar perambahan tidak terus terjadi.

Sebab saat ini, hutan yang tersisa di TNTN hanya berjumlah sekitar 23 ribu hektar saja. Sedangkan data pada tahun 2014 menyebutkan, luas TNTN berjumlah 81.791 hektar.

"TNTN pada tahun 2014 telah ditetapkan seluas 81.791 hektar. Kondisi saat ini, hutan yang tersisa adalah sekitar 23 ribu hektar, 20 ribu hektar telah dirambah menjadi lahan sawit, dan 38 ribunya dalam kondisi semak belukar dan pohon-pohon kecil," ujar Kepala Balai TNTN, Darmanto, Jum'at (19/8/16).

[Upayakan Pemulihan Hutan, Balai TNTN Lakukan Reformasi Perencanaan]
 

Padahal, data luas kawasan TNTN sejak tahun 2004 hingga 2014 terus bertambah. Pada tahun 2004, luas TNTN sebesar 38 ribu hektar pada pendataan selanjutnya seluas 41.083 hektar.

Menurutnya, pada bulan April lalu pihaknya telah menangkap sebanyak 7 orang perambah yang diketahui adalah penduduk ilegal yang sudah melakukan upaya perambahan sejak tahun 2004 lalu. "Kita masuk ke TNTN supaya perambah itu keluar. Perambah itu sudah cukup banyak yaitu sekitar 4 ribu Kartu Keluarga (KK) disitu. Di daerah Kesuma, Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan," sambung Darmanto usai hadiri rapar koordinasi penanggulangan karhutla.

Sementara sawit yang telah ditanam di kawasan TNTN seluas 20 ribu hektar tersebut masih belum diketahui kepemilikannya sebab tidak satupun warga yang mengakui ketika dipertanyakan oleh petugas Balai TNTN.

"Sawit-sawit itu belum diketahui kepemilikannya, itu dipanen terus. Susahnya ketika kita masuk ke dalam tidak ada yang mau mengakui ini punya siapa.

[Siswa Sekolah Cerdas Pokjar Kekurangan Pangan, Relawan RZ Bagikan 160 Kaleng Kornet SQ]
 

Untuk menangani ini, Kementerian Kehutanan telah bentuk tim yang berkoordinasi dengan pihak dari Kementerian Lingkungan hidup dalam hal ini Dirjen Penegakan Hukum dalam hal penanganan untuk perambahan dan pembakaran di TNTN.

"Kita lagi berkoordinasi dengan semua pihak dalam hal ini kita menunggu Direktorat Penegakan Hukum (Gakum), lagi koordinasi seperti apa karena kami di TNTN di kementerian lingkungan hidup ada dirjen penegakan hukum yang mana koordinasi dilakukan untuk penanganan perambahan dan pembakaran di kawasan TNTN," imbuhnya di Pekanbaru.

Kemudian terkait kabar yang beredar, adanya terjadi proses jual beli lahan di kawasan TNTN, termasuk juga kepemilikan lahan oleh pejabat, Darmanto mengakui belum bisa memastikan sebab belum mendapatkan data yang otentik mengenai hal ini.

[HUT Pramuka Ke-55, Gubri Imbau Pramuka Kuasai Teknologi Informasi]
 

"Memang kita hanya mendengar laporan, tetapi kita belum bisa menyampaikan karena belum ada data yang jelas mengenai hal itu, tetapi sudah dalam proses penyelidikan. Nanti itu ada yang akan mengurus dari pihak-pihak tertentu yang ada di provinsi Riau," pungkasnya.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru