riau24 Tragis! Bom Bunuh Diri di Acara Pernikahan, 50 Jiwa Melayang | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Internasional

Tragis! Bom Bunuh Diri di Acara Pernikahan, 50 Jiwa Melayang

0
Tragis! Bom Bunuh Diri di Acara Pernikahan, 50 Jiwa Melayang
Berita Riau -  Tragis! Bom Bunuh Diri di Acara Pernikahan, 50 Jiwa Melayang

GAZIANTEP, Riau24.com – Pesta pernikahan pasangan Besna dan Nurettin Akdogan di Gaziantep, kota di tenggara Turki, Sabtu malam waktu setempat (20/8), berubah menjadi tragedi bertabuh jeritan tangis. Sebuah bom bunuh diri meledak di tengah-tengah kerumunan tamu.

Setidaknya 50 orang tewas dan sekitar 94 korban menderita luka-luka. Korban termasuk perempuan dan anak-anak.

Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan di Turki sepanjang tahun ini. Kedua mempelai selamat meski ikut terluka dan menjalani perawatan di rumah sakit.

[Geger! Donald Trump Ungkap Siapa Pendiri ISIS]
 

Pemerintah Turki menuding Islamic State (IS) alias ISIS sebagai pelaku. ’’Daesh (ISIS, Red), tampaknya, menjadi pelaku serangan di Gaziantep. Negara dan bangsa kami memiliki satu pesan terhadap siapa saja yang menyerang kami: kalian tidak akan berhasil,’’ kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemarin (21/8).

Dia menyatakan, ISIS tidak berbeda dengan dua kelompok lain yang merongrong otoritas Turki. Yaitu, pemberontak PKK (Partai Pekerja Kurdistan/Partiya Karkerên Kurdistan) Kurdi dan pendukung Fethullah Gulen yang dituding menjadi dalang di balik kudeta beberapa waktu lalu.

Pernikahan di Gaziantep dihadiri banyak warga Kurdi. Kantor berita Dogan mengungkapkan bahwa kedua mempelai berasal dari wilayah Siirt yang mayoritas penduduknya Kurdi. Mereka pindah ke Gaziantep karena kericuhan di tempat asalnya. Karena itu, dalam acara pesta pernikahan tersebut, mayoritas tamunya adalah warga etnis terbesar yang tidak punya negara tersebut. Beberapa anggota Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang pro terhadap warga Kurdi ikut hadir.

[Polisi Jerman Menahan Anggota Senior ISIS]
 

ISIS memang kerap menyerang warga Kurdi. Erdogan menjelaskan bahwa serangan-serangan itu bertujuan memecah belah kelompok-kelompok yang berbeda di negerinya. Juga menyebarkan hasutan antaretnis dan agama. Ada beberapa kelompok masyarakat di Negeri Dua Benua tersebut. Yakni, warga Arab, Kurdi, dan Turkmen.

Serangan terjadi saat hampir tengah malam. Ketika itu berlangsung pesta henna, tanda berakhirnya perayaan pernikahan. Tangan dan kaki para tamu dihias dengan henna. Ada yang menari di jalanan. Sebagian lainnya duduk-duduk sambil mengobrol dengan tamu lain.


R24/gig

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru