riau24 Disperindag Upayakan Distribusi Daging Sapi Oleh Bulog Untuk Memutus Mata Rantai | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Pekanbaru

Disperindag Upayakan Distribusi Daging Sapi Oleh Bulog Untuk Memutus Mata Rantai

0
Disperindag Upayakan Distribusi Daging Sapi Oleh Bulog Untuk Memutus Mata Rantai
Berita Riau -  Disperindag Upayakan Distribusi Daging Sapi Oleh Bulog Untuk Memutus Mata Rantai

Pekanbaru, Riau24.com- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau sedang mengupayakan agar distribusi daging sapi ditangani langsung oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), sehingga mata rantai terputus.

Langkah ini dilakukan karena harga daging sapi yang masih tinggi pasca Lebaran Idul Fitri 1437 hijriah. "Dalam rapat koordinasi kemarin, mengapa daging sapi di pasar lokal itu masih Rp120 ribu perkilo? Karena mata rantai yang luar biasa panjangnya," kata Kepala Disperindag, Muhammad Firdaus, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Kemarin, Senin (22/8/16).

[Penjualan Hewan Qurban di Pekanbaru ini, Mesti Pro Aktif Dilakukan Pemantauan]
 

Dikatakannya, berdasarkan observasi yang dilakukan oleh pihaknya, terdapat 10 mata rantai dari Provinsi Lampung hingga sampai ke Provinsi Riau. "Jadi setiap agen tersebut masing-masing mengambil keuntungan sekian persen. Hingga jatuh ketangan pedagang di pasar lokal. Itu lah yang menyebabkan harga daging tersebut tetap mahal," ujar Firdaus.

Solusi untuk memutus mata rantai ini menurut Firdaus, adalah agar distribusi daging sapi bisa diurus langsung oleh Bulog.
"Untuk itu,  kalau bisa Bulog langsung mengakomodir sapi ini. Mereka yanng menjadi distributor sapi, langsung dipasarkann ke pasar-pasar. Jadikan tidak ada mata rantainya. Harga pun bisa murah. Itulah caranya memutuskan mata rantai tersebut," jelas Firdaus.

[Ulangtahun ke 13, Bread Talk Berikan Harga Rp.10.000 Saja]
 

Dikatakan Firdaus  Bulog setidaknya kembali seperti dahulu. Todak hannya mengurusi beras saja. Ia berharap Bulog dapat mencangkup semua komuditi lagi. "Supaya  kayak dulu biar murah semuanya. Berbeda dengan sekarang semua dibebaskan saja. Sehingga  mekanisme pasarlah yang memmbentuk harga. Mau tak mauu an orang beli nuga," sebut Firdaus.

Sementara itu, untuk ketersedian daging sapi pada lebaran Idul Adha, September mendatang, Firdaus Menuturkan tidak akan alami krisis. "Saya rasa biasa saja, apalagi daging, kita kan mau kurban dan itu tidak mungkin lah. Selain itu pengalaman setiap tahun untuk harga daging juga masih stabil," tutupnya.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru