riau24 Seorang Warga Tewas Dalam Kerusuhan Selat Panjang, Diduga Ditembak Dari Jarak Dekat Oleh Anggota Kepolisian | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Tragedi Selat Panjang Berdarah

Seorang Warga Tewas Dalam Kerusuhan Selat Panjang, Diduga Ditembak Dari Jarak Dekat Oleh Anggota Kepolisian

3
Seorang Warga Tewas Dalam Kerusuhan Selat Panjang, Diduga Ditembak Dari Jarak Dekat Oleh Anggota Kepolisian
Berita Riau -  Seorang Warga Tewas Dalam Kerusuhan Selat Panjang, Diduga Ditembak Dari Jarak Dekat Oleh Anggota Kepolisian
Selat Panjang, Riau24.com - Akhirnya bentrok yang terjadi antara masyarakat Selatpanjang dengan polisi di Mapolres Kepulauan Meranti terjadi.

Rabu (25/8/16), ribuan masyarakat akhirnya melakukan serangan ke Mapolres Meranti. Dalam aksi rusuh tersebut diketahui  seorang warga tergeletak di tepi jalan dengan kepala berlumuran darah. Korban yang biasa dipanggil Is merupakan warga Jalan Dorak. 

Sebelumnya dalam serangan yang dilancarkan oleh ribuan warga di Mapolres Meranti berhasil digagalkan setelah ditembakkan gas air mata oleh anggota kepolisian. Hal tersebut berhasil membuat konsentrasi warga terpecah. 

Warga yang mendapat tembakan gas air mata langsung berlarian menghindar, namun mereka tidak langsung pergi. Hanya menunggu pengaruh gas air mata mereda lalu kembali berusaha menyerang Mapolres Meranti. 

Tak lama setelah kerusuhan, hujan deras mengguyur Kota Selatpanjang.

Rumah Is, warga Jalan Dorak Selatpanjang yang dipastikan menjadi korban tewas bentrok warga dengan polisi mulai ramai dikunjungi ratusan pelayat. Is yang ditemukan warga tergeletak di depan pintu gerbang Mapolres Meranti mendapat luka serius di bagian kepala karena terkena tembakan peluru karet dari jarak dekat oleh anggota kepolisian dari Polres Meranti.

Perlu dicatat, Selatpanjang dulunya adalah kecamatan. Belakangan menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam sejarah kelam, Selatpanjang pernah terjadi kerusuhan berbau SARA. Tahun 2001, Kantor Polsek (sebelum berdiri Polres) rata dengan tanah di bakar warga. Kini warga pun kembali mengancam akan mengulangi peristiwa kelam tersebut.


R24/ndi
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Fr
Jumat, 26 Agustus 2016 23:53 wib
hanya seorang cewek, bukan istri.. lho kok pake maen tikam & bunuh, seorang polisi lg.. apa gak ada cara lain... wajar sj polisi marah., namun cara polisi mengatasi masalah tdk dibenarkan jg lah...
Eri
Jumat, 26 Agustus 2016 11:09 wib
Prah
Slameto
Kamis, 25 Agustus 2016 20:26 wib
segera masing masing kelompok bersabar kerusuhan hanya akan menjadikan meranti terpuruk. usut pelaku kekerasan adili. masayrakat tahan emosi tempuh jalur hukum.damai bumi meranti
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru