riau24 Warga Kepung Polresta Selatpanjang Sebab Polisi Dinilai Salah Prosedur | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Pekanbaru

Warga Kepung Polresta Selatpanjang Sebab Polisi Dinilai Salah Prosedur

0
Berita Riau -  Warga Kepung Polresta Selatpanjang Sebab Polisi Dinilai Salah Prosedur

Pekanbaru, Riau24.com- Warga Selatpanjang mengepung Markas Kepolisian Meranti karena dinilai salah dalam prosedur penangkapan seorang pelaku pembunuhan seorang personil Polres Meranti, Brigadir Adil S Tambunan yang sebabkan pelaku, Apri Adi Pratama ikut tewas ditangah aparat.

Situasi semakin parah ketika masyarakat melempari markas dengan batu yang mengakibatkan pecahnya beberapa kaca kantor. Polisipun sempat melepas tembakan peringatan ke udaran untuk memperbaiki situasi tersebut.

Dalam kerusuhan itu, dua warga dikabarkan mengalami luka berat akibat lemparan. Hingga kini, ratusan warga masih bertahan di halaman Mapolres Meranti. "Kapolres saat ini masih berusaha menenangkan warga secara persuasif," Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur aryo Tejo, Kamis (25/8/16).

Warga Meranti Susanto mengakui adanya gejolak massa di halaman Mapolres Meranti. "Sempat terjadi aksi lempar kaca," katanya.

Guntur mengatakan, peristiwa bermula saat terjadinya aksi pembunuhan yang dilakukan Apri Adi terhadap seorang anggota polisi Brigadir Adil di halaman Hotel Furama, Selatpanjang, dinihari tadi sekira pukul 01.45.

Guntur menduga motif aksi pembunuhan yang dilakukan Apri adi terhadap Brigadir Adil akibat cemburu. Malam itu, Brigadir Adil datang ke hotel membawa seorang wanita. Belum sempat memasuki hotel, Apri Adi langsung menyerang Brigadir Adi, sempat terjadi pertengkaran di halaman hotel.

Apri Adi kemudian menyerang Birgadir Adil dengan senjata tajam membabi buta, hingga pada akhirnya Brigadir Adil tewas bersimbah darah. "Korban mengalami lima luka tusukan di bagian dada, bahu dan lengan," ucapnya.

Usai membunuh, pelaku kemudian melarikan diri ke Pulau Merbau. Dua Jam kemudian, polisi berhasil menangkap pelaku. Namun saat diamankan, pelaku melakukan perlawanan dengan sebilah badik, polisi lalu melumpuhkan pelaku dengan dua tembakan di bagian paha dan mata kaki.

Namun pelaku akhirnya meninggal saat akan di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Selatpanjang menggunakan kapal cepat. "Pelaku meninggal karena kehabisan darah saat dibawa ke rumah sakit," katanya.

Meninggalnya pelaku Apri Adi ditangan polisi tidak dapat diterima masyarakat. Sebab dari foto yang beredar, selain dip aha dan mata kaki, wajah Apri Adipun bonyok penuh lebam sehingga menyulut kemarah warga dan menuntut polisi bertanggung jawab atas tewasnya Apri Adi.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru