riau24 Al-Azhar: Buktikan Ucapan Saya, Banyak Permainan Di Persoalan Karhutla | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Kebakaran Hutan Di Riau

Al-Azhar: Buktikan Ucapan Saya, Banyak Permainan Di Persoalan Karhutla

0
Al-Azhar: Buktikan Ucapan Saya, Banyak Permainan Di Persoalan Karhutla
Berita Riau -  Al-Azhar: Buktikan Ucapan Saya, Banyak Permainan Di Persoalan Karhutla

Pekanbaru, Riau24.com- Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM), Al-Azhar mengecam pelaksanaan hukum terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) yang selalu membuat masyarakat lokal dan pendatang sebagai tersangka, sedangkan korporasi sulit sekali menjadi tertuduh.

“Disetiap kasus, yang menjadi tertuduh adalah masyarakat pendatang dan tempatan. Sedangkan korporasi sulit sekali menjadi tertuduh padahal pendatang itu kan membakar atas arahan dan diberi modal oleh pemilik modal. Ini yang menjadi beban,” ujar Al-Azhar beberapa waktu lalu.

[Hingga Tahun 2017, Pemko Pekanbaru Tak akan Gelontorkan Dana Hibah Untuk Masjid]
 

Dijelaskannya, saat kunjungan Teten Masduki, Kepala Kantor Kepresidenan,ia meminta pusat untuk lakukan audit terkait kasus karhutla yang dampaknya telah dirasakan masyarakat Riau selama 19 tahun. “Buktikan ucapan saya bahwa banyak permainan dalam persoalan ini,” ungkapnya di Pekanbaru.

Dia berharap bagaimana secara sitematis pemerintah provinsi kabupaten kota membangun kesadaran tentang hal itu sehingga pencegahan dan penindakan menjadi tugas bersama. "Saya rasa kita tidak bisa  menunggu peraturan pemerintah. Lebih baik cso yang mengatur dirinya sendiri," jelasnya.

[Selain Riau, Ini 5 Provinsi Lain Yang Juga Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla]
 

Ia juga menuturkan bahwa Komosi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat terlambat untuk memangani permasalahan karhutla. “terlambat sekali KPK, kalau tida kan tidak ada Gubernur Riau yang masuk,” kata Al-Azhar.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengkritisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungnan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PLH) memperbolehkan terjadinya pembakaran lahan dan hutan, menurutnta ini sangat disayangkan.

[Penyelenggara Pemilukada Kota Diminta Bisa Gunakan Anggaran Seefisien Mungkin]
 

Menjawab hal ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Yulwiriati Moesa menanggapi bahwa pembolehan terjadinya pembakaran lahan dengan syarat memperhatikan kearifan loal masing-masing. Jika tidak, pelakunya akan dijerat pidana penjara dan denda. “"Sampai saat ini pemerintah pusat sedang evaluasi Undang-Undang yang mendukung penceghan karhutla itu," pungkasnya.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru