riau24 Jika Rokok Rp 50 Ribu, Butet : Perang Lawan Kebijakan Ngawur | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Rokok Rp 50 Ribu

Jika Rokok Rp 50 Ribu, Butet : Perang Lawan Kebijakan Ngawur

1
Jika Rokok Rp 50 Ribu, Butet : Perang Lawan Kebijakan Ngawur
Berita Riau -  Jika Rokok Rp 50 Ribu, Butet : Perang Lawan Kebijakan Ngawur

JAKARTA, Riau24.com - Budayawan kondang asal Yogyakarta, Butet Kartaredjasa ikut bersuara lantang menanggapi wacana tentang harga rokok Rp 50.000 per bungkus. Ia menentang ide yang bermula dari hasil kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia itu.

"Jelas tidak setuju. Itu ndak masuk akal harga segitu. Ndak rasional," ujarnya kental dengan logal Jawa saat dihubungi media, seperti dikutip dari JawaPoscom, Kamis (25/8).

Butet mengaku menjadi konsumen rokok sejak 1975. Menurutnya, kalaupun harga jual rokok naik sebaiknya tetap sewajarnya. Misalnya, 50 persen dari harga semula.

[Ibu Hamil Tersambar Petir, 4 Orang Tewas]
 

Ia justru heran dengan pihak-pihak yang mempersoalkan harga rokok di Indonesia terlalu murah. "Murah kok malah jadi masalah. Murah itu harusnya disyukuri. Murah itu memihak rakyat. Masa rakyat mau dianiaya dengan harga mahal?” sesalnya.

Ia menegaskan, penyebab sakit bukan hanya rokok. Bahkan nasi pun bisa menyebabkan obesitas.

Selain itu, katanya, jika rokok dilarang karena asapnya membahayakan, maka mobil pun mestinya tak boleh berjalan. Sebab, asap yang keluar dari kenalpot mobil jelas mencemari udara.

[Pemadaman, Wali Kota Minta Maaf pada Pengusaha]
 

Ia justru menuding wacana menaikkan harga rokok menjadi di atas Rp 50.000 hanya siasat untuk mendongkrak penjualan produk farmasi pengganti rokok. "Rokok elektrik, vitamin sebagai pengganti nikotin. Para perokok lalu coba konsumsi produk farmasi. Ujungnya cuma itu," katanya.

Ia pun memilih membela rokok kretek yang jelas-jelas merupakan kekayaan budaya nusantara. "Kretek kan produk unggulan. Ini mematikan kebudayaan," tegas Butet.

Selain itu, menaikkan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus juga akan berimbas pada para petani tembakau. Ia pun berharap agar pemerintah lebih kreatif dalam mencari pemasukan tanpa harus membenani rakyat.

[Jadi Istri Dhani, Mulan Tidak Pernah Diberi Kado]
 

Butet juga akan menyuarakan agar pemerintah tak merealisasikan ide tentang harga rokok Rp 50.000. "Lawan kebijakan yang ngawur. Ini masih wacana, jadi kita biarin aja. Kalau jadi kebijakan, yo perang," pungkasnya.


R24/gig 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 21 November 2017 19:06 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JEXULa0.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru