riau24 Sudah 10.991 Warga Dumai Terkena ISPA Periode Januari Hingga Agustus 2016 | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Dinas Kesehatan Dumai

Sudah 10.991 Warga Dumai Terkena ISPA Periode Januari Hingga Agustus 2016

0
Sudah 10.991 Warga Dumai Terkena ISPA Periode Januari Hingga Agustus 2016
Berita Riau -  Sudah 10.991 Warga Dumai Terkena ISPA Periode Januari Hingga Agustus 2016

Dumai, Riau24.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai mencatat jumlah warga yang terkena infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) sepanjang tahun ini sebanyak 10.991 jiwa dampak tercemarnya udara akibat kebakaran lahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H Paisal melalui Kepala Bidang P2PL Dinkes Dumai Romauli menyebutkan, warga terserang sakit gangguan pernafasan ini tersebar hampir di seluruh kecamatan sejak Januari hingga Agustus 2016.

“Dampak kebakaran lahan dan hutan terjadi menyebabkan 10.991 jiwa terserang infeksi saluran pernafasan atas,” ujar Romauli kepada wartawan, baru – baru ini.

Dia merincikan, penderita ISPA pada Januari tercatat 1.675 jiwa, Februari 1.890 jiwa, Maret 1.420 jiwa, April 1.269 jiwa, Mei 1.363 jiwa, Juni 1.232 jiwa, Juli 476 jiwa, dan Agustus 1.666 jiwa.

Selain ISPA, Dinas Kesehatan juga mencatat dari Januari-Agustus penderita iritasi kulit ada 1.345 jiwa, iritasi mata 313 jiwa, asma 288 jiwa serta pneumonia 114 jiwa.

Adapun ciri utama warga yang terkena penyakit ISPA, yaitu batuk dan sakit pada tenggorokan dan cara mengatasi dengan banyak meminum air mineral sebagai tindakan awal penanganan sebelum ke layanan kesehatan publik.

“Selain ISPA, iritasi kulit juga membayang-bayangi masyarakat, serta iritasi mata, asama dan pneumonia,” sebutnya.

Menghadapi marak kejadian kebakaran lahan dan hutan, Pemerintah Kota Dumai berencana menetapkan status siaga karlahut agar penanganan dilakukan bersama dan menyeluruh dengan dukungan pendanaan dari propinsi maupun pusat.

Terkait hal itu, Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo mengatakan, rencana penetapan status siaga karlahut ini selanjutnya akan diusulkan ke provinsi agar dapat ditetapkan menjadi siaga darurat nasional.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian karena keterbatasan, sehingga diperlukan dukungan pendanaan dan sarana dari pemerintah provinsi dan pusat,” tuturnya.



R24/dik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru