riau24 Kadispas Kecewa HP3S Tak Pernah Koordinasi dengan Pihaknya | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Dinas Pasar

Kadispas Kecewa HP3S Tak Pernah Koordinasi dengan Pihaknya

0
Kadispas Kecewa HP3S Tak Pernah Koordinasi dengan Pihaknya
Berita Riau -  Kadispas Kecewa HP3S Tak Pernah Koordinasi dengan Pihaknya

Pekanbaru, Riau24.com -  Kepala Dinas Pasar, Mahyuddin mengaku kecewa dengan Himpunan Pedagang Plaza Sukaramai (HP3S) karena sebab sejak terbentuk, himpunan ini tak pernah melakukan koordinasi dengan Dinas Pasar dan hanya berkomunikasi melalui media massa.

"Sejauh ini mereka cuma berkomunikasi lewat media massa. Kami tau kabar mereka ya cuma lewat media. Seharusnya kan mereka melayangkan surat ke kami dan berkoordinasi langsung dengan kami. Kalau begini kami sulit untuk mengambil tindakan terhadap masalah ini," ungkap Mahyuddin.

Mahyuddin menjelaskan, berdasarkan hasil kajian bangunan Plaza Sukaramai masih layak digunakan.
Menurutnya, cukup dengan renovasi saja bangunan ini sudah dapat difungsikan kembali. Tetapi pihak pengelola Plaza Sukaramai menginginkan perubahan bangunan, maka dari itu hal ini harus dikaji kembali.

"Ini akan kita rapatkan lagi. Asisten III sudah ditunjuk sebagai ketua timnya," jelasnya.

Namun Mahyuddin mengatakan bahwa ia tak mau menanggapi lebih jauh mengenai keluhan antara pedagang Plaza Sukaramai dengan pengelola plaza.

Pasalnya, sebelum ditetapkannya TPS di Plaza Sukaramai, merekalah yang membuat perjanjian tersebut dan disepakati bersama.

Beberapa hari lalu, ratusan pedagang Plaza Sukaramai melakukan aksi demo di depan Pusat Perbelanjaan Plaza Sukaramai, Jalan Sudirman Pekanbaru.

Masa aksi melakukan blokade jalan hingga terjadi kemacetan yang cukup panjang. Bahkan menurut pantauan, macet terjadi sampai ke depan Kantor Gubernur Provinsi Riau.

Demo ini dilakukan karena menurut pedagang, pengelola Plaza Sukaramai yakni PT MPP memberikan harga sewa TPS yang tidak wajar.

"Harga sewa tergantung besar kecilnya tempat. Ada yang Rp 3 juta, ada yang Rp 2 juta," kata salah satu pedagang Plaza Sukaramai, Ril.

Tak hanya masalah sewa tempat, para demonstran ini juga mengeluhkan biaya listrik yang dibebankan kepada pedagang.

"Kalau listrik, kami bayar Rp 180 ribu per bulan. Padahal kami tidak banyak menghabiskan listrik. Paling cuma kipas angin sama lampu. Terus kalau kami tidak bayar tagihan listriknya, langsung diputus," kata Ril kesal.


R24/uci 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru