riau24 Dua Mobil Alphard Milik Pemprov Riau Hilang, Gubri Sebut Akan Kejar Pelakunya | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pekanbaru

Dua Mobil Alphard Milik Pemprov Riau Hilang, Gubri Sebut Akan Kejar Pelakunya

1
Berita Riau -  Dua Mobil Alphard Milik Pemprov Riau Hilang, Gubri Sebut Akan Kejar Pelakunya

Pekanbaru Riau24.com- Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui hasil audit pada tahun 2015 lalu, ada dua mobil Alphard milik Pemerintah yang hilang dari data aset Pemerintah Provinsi Riau. Menanggapi hal ini, Gubernur Riau sebut akan kejar pelakunya.

"Pemprov Riau akan terus mengejar sejumlah aset milik pemerintah Provinsi Riau yang masih dimanfaatkan oleh oknum pegawai. Sampai dimanapun mereka, tetap akan kita kejar, " ujar Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Selasa (30/8/16).

Dia menambahkan saat ini Pemerintah Provinsi Riau tengah melakukan pendataan dan pendeteksian sejumlah aset bergerak yang dikabarkan sengaja disembunyikan oleh oknum tertentu. Andi Rachman berjanji akan melakukan pengusutan serta melakukan pemetaan, siapa saja pihak yang sengaja memanfaatkan aset tersebut.

"Semuanya udah disampaikan oleh BPK kepada kita. Mereka minta agar Pemerintah Riau menata kembali keberadaan aset. Dengan kata lain, masalah penilaian aset merupakan salah satu indikator yang harus diperbaiki oleh kami," tambahnya.

Dikatakannya, dalam menyelesaikan persoalan ini, pihaknya akan mengirim Satpol PP ke Jakarta, jika Badan Penghubung Riau di Jakarta tidak sanggup menangani hal ini.

"Kalau Badan Penghubung di Ibukota sana tidak sanggup mengatasi, bisa saja kita kirim Satpol PP dari sini. Kalau masalah sanksinya kita lihat nantilah. Yang penting sekarang kita berfikir bagaimana aset ini bisa kembali," ujarnya.

Data yang diperoleh dari BPK in I didapatkan setelah dilakukan pengauditan terhadap aset milik pemprov Riau, ditemukan ada dua mobil Alphard yang tidak tercatat dalam aset milik Pemprov Riau. Padahal, pembelian mobil tersebut masuk dalam pengeluaran Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2014.

"Ada dua mobil alphard senilai 1 miliar tidak terdaftar dalam pencatatan aset pemerintah padahal pembelian mobil itu masuk dalam pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2014 dan mobil itu di Jakarta sekarang," ungkap Ervandes di Pekanbaru.

Selain dua unit mobil mahal itu, kata Ervandes, ada banyak aset bergerak milik Pemerintah Provinsi Riau yang susah dideteksi keberadaannya. Dia menambahkan, masalah aset akan menjadi fokus BPK dalam melakukan audit pemerintah untuk masuk dalam catatan pengelolaan pemerintah dalam laporan keuangan tahun 2016 ini. Tahun lalu BPK menemukan ada sebanyak 5 persen aset milik Pemerintah Provinsi Riau yang tidak terkelola secara baik.

Jika angka tersebut naik pada tahun ini, maka dipastikan Pemerintah Provinsi Riau tidak lagi akan mendapat prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). "Hal ini benar-benar harus menjadi perhatian pemerintah. Selain masalah aset yang bergerak juga aset yang tidak bergerak," sambungnya.

Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Riau masih lakukan pendataan keseluruhan aset. Untuk oknum yang diduga sengaja menyembunyikan aset tersebut, pihak inspektorat tengah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Provinsi Riau.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ongah
Rabu, 31 Agustus 2016 10:31 wib
Kelakuan si kucing garong ..... Ada mobil alpard langsung di colong.... Emang enak, emang lomak jadi koruptor... Hidup Koruptor
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru