riau24 Meski Jumlah Hotspot Menurun, Menteri Siti Minta Semua Pihak Terkait Tetap Waspada | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Pekanbaru

Meski Jumlah Hotspot Menurun, Menteri Siti Minta Semua Pihak Terkait Tetap Waspada

0
Berita Riau -  Meski Jumlah Hotspot Menurun, Menteri Siti Minta Semua Pihak Terkait Tetap Waspada

Pekanbaru, Riau24.com- Kualitas udara di Provinsi Riau yang sempat memburuk beberapa hari lalu, kini, Selasa (30/8/2016) kian membaik. Hal ini dikarenakan upaya penanggulangan tim terpadu dan dibantu faktor turunnya hujan yang hampir merata di daerah rawan karhutla di Riau.


"Jumlah hotspot dan sebaran asap di Provinsi Riau, Alhamdulillah kian dapat diatasi," kata Menteri LHK, Siti Nurbaya.


Menteri Siti mengatakan, menurunnya jumlah titik panas ini juga dipengaruhi oleh turunnya hujan di beberapa wilayah seperti di Siak, Pelalawan, Kuansing, Inhu, sebagian Bengkalis dan Kota Dumai.


Namun begitu, lanjutnya, patroli terpadu terus dilakukan di beberapa wilayah/desa rawan Karhutla oleh Daops Pekanbaru, Dumai dan Siak. Manggala Agni bersama-sama dengan TNI, POLRI, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih terus melakukan pemadaman di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Siak, Dumai, Bengkalis, dan Kampar.


Tim terpadu terus mengawal titik api agar tidak meluas. Upaya pemadaman tidak hanya lewat darat tapi juga udara. Tanggal 28 Agustus 2016 dilakukan water bombing sebanyak 155 sorti dengan air yang dijatuhkan sebanyak 400.100 liter di Kabupaten Rokan Hilir, Siak dan Kampar.


Kegiatan Water Bombing yang dilaksanakan sejak 27 Februari 2016 lalu hingga 28 Agustus 2016 ini telah dilakukan sebanyak 6.467 sorti water bombing dengan total air sebanyak 48.752.400 Liter di Bengkalis, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.


Melibatkan sarana operasi seperti Heli Superpuma, Heli Puma, Heli Mi-8, Heli Mi-8, Heli Bolcow, Air Tractor (AWU), Air Tractor (NWU). Untuk TMC meliputi Cassa 212 dan untuk keperluan survey udara menggunakan F-16 dan Hawk 100. Total pesawat yang dipergunakan untuk operasi udara siaga darurat Karhutla Provinsi Riau tahun 2016 sebanyak 10 pesawat.


Selain itu dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di beberapa provinsi rawan karhutla. Hal penting lainnya, berbagai upaya ini sejalan dengan penegakan hukum oleh POLRI dan pendampingan serta sosialisasi pada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hampir semua lokasi hotspot disebabkan faktor kesengajaan oknum membakar lahan milik mereka.


Upaya penanggulangan karhutla menunjukkan hasil dengan penurunan angka hotspot secara Nasional, bila dibandingkan pada periode yang sama (1 Januari-30 Agustus). Berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua (NASA), jumlah hotspot periode tersebut tahun lalu mencapai 12.966 titik, dan tahun ini turun menjadi 3.021 titik atau turun 76,7 persen.


"Meski hari ini dilaporkan hotspot menurun dan sebaran asap berkurang, saya tetap meminta semua pihak terkait waspada. Karena situasi bisa saja berubah sewaktu-waktu," kata Menteri Siti.


Selain di Provinsi Riau, Menteri Siti juga terus memberikan perhatian penanganan Karhutla untuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.


"Saya ucapkan terimakasih atas kerja keras dan dedikasi tim terpadu yang bekerja di garda terdepan pemadaman titik api. Sekaligus saya mengajak segenap masyarakat turut andil untuk menjaga alam dan lingkungan, demi kita semua. Berikhtiar sekaligus berdoa jangan sampai titik api meluas," pungkasnya.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru