riau24 Sebuah Perusahaan Jepang Menyuruh Karyawati Yang Hamil Melakukan Aborsi | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Sebuah Perusahaan Jepang Menyuruh Karyawati Yang Hamil Melakukan Aborsi

1
Berita Riau -  Sebuah Perusahaan Jepang Menyuruh Karyawati Yang Hamil Melakukan Aborsi

Riau24.com - Kebijakan ekonomi Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe, atau yang populer disebut Abenomics yang melibatkan lebih banyak perempuan yang berperan dalam dunia kerja. Namun, ironisnya salah satu perusahaan di Jepang diketahui telah meminta karyawatinya yang hamil untuk aborsi.

Dalam pertemuan ‘World Assembly for Women (WAW)’ di Tokyo pada 28-29 Agustus 2015, PM Abe berjanji untuk membuat perempuan Jepang lebih bersinar dalam dunia kerja. Namun, visi tersebut ternyata menimbulkan pertanyaan dari pendiri lembaga swadaya masyarakat (LSM) Matahara Net, Sayaka Osakabe. Lembaga ini memperjuangkan hak para ibu hamil dalam lingkungan kerja. “Perempuan itu perlu dibiarkan bekerja tanpa ada pelecehan dari pihak manapun,” tegas Osakabe, seperti dikutip The Economist, Sabtu (5/9/2015).

Osakabe mengungkapkan satu contoh di mana pimpinan di perusahaan asal Jepang itu meminta karyawatinya yang hamil untuk melakukan aborsi. Seorang perempuan, yang merupakan karyawati di perusahaan itu saat ini berkampanye untuk Matahara Net dan menceritakan kisahnya.

Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu menceritakan kisahnya ketika bekerja di sebuah bank ternama Jepang. Dia ketika itu tengah menanjak kariernya, sampai suatu saat ia dinyatakan hamil, dan kisah menyedihkannya pun dimulai.

Seorang manajer yang menjadi atasannya mengancam untuk menghancurkan kariernya dan karir kekasihnya, yang bekerja di perusahaan yang sama namun berbeda departemen. Namun, dia tetap melanjutkan kehamilannya.

Meski demikian, perempuan yang takut kehilangan kariernya itu akhirnya pada 2011 mengikuti perintah manajernya dan melakukan aborsi. Osakabe sendiri diketahui pernah mengalami kejadian yang menyebabkan dirinya keguguran. Tingkat stres tinggi membuatnya keguguran dan tidak lepas dari perlakuan buruk atasannya di lingkungan kerja.

Kendati banyak pihak yang mendukung Matahara Net, ternyata tidak semua pihak sepakat dengan LSM itu. Ayako Sono contohnya, dia menyebut Matahara sebagai ekspresi kotor yang memperlihatkan reaksi berlebih dari perempuan terhadap masalah sosial yang dianggap kecil.

Bagi Matahara dan Osakabe sendiri, yang menjadi permasalahan di Negeri Sakura ini sebenarnya adalah kultur gila kerja. Bahkan, di beberapa perusahaan karyawan diharapkan untuk tetap berada di lingkungan kantor meskipun tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Selain itu, beberapa perusahaan di Jepang kerap enggan untuk merekrut pegawai pengganti di saat karyawati lain yang sedang hamil mengambil cuti. Alhasil, tugas dari karyawati hamil yang cuti itu seringkali dibebankan ke karyawan lain,” ungkap Osakabe.

Inilah yang menyebabkan tujuh dari 10 perempuan di Jepang memilih meninggalkan karier mereka di saat melahirkan anak pertama. 

 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 12 Desember 2017 13:14 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru