riau24 Ingat, Gerhana Matahari Cincin Muncul Petang Nanti di 124 Kota | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Gerhana Matahari

Ingat, Gerhana Matahari Cincin Muncul Petang Nanti di 124 Kota

1
Ingat, Gerhana Matahari Cincin Muncul Petang Nanti di 124 Kota
Berita Riau -  Ingat, Gerhana Matahari Cincin Muncul Petang Nanti di 124 Kota

Jakarta, Riau24.com - Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) sebagian bakal terjadi hari ini. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena ini bisa dinikmati dari 124 kota dan kabupaten di 10 provinsi.


Baca Juga :
Usai Kasus Esek-esek, Tyas Mirasih Masih Dihujat

Dari peta lintasan GMC yang dirilis BMKG, provinsi yang dilewati gerhana ini, yakni: Sumatera Barat bagian selatan, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian tenggara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian barat.

Salah satunya bisa teramati di Seai, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Seperti disampaikan koordinator BMKG Sumatera Barat Rahmat Triyono.

"Peristiwa ini tidak terjadi setiap tahun," kata Rahmat Triyono kepada Liputan6.com di Pandang, Sumbar, Rabu (31/8/2016).

"Secara statistik kasar (GMC) terjadi setiap 350 tahun sekali," sambung dia.

Baca Juga :
Kontraktor Makin Gelisah, Ribuan Pekerja Terancam tak Terima Gaji

Di Seai, kontak pertama peristiwa astronomi ini diprediksi terjadi pada pukul 17.42 WIB. Pada saat itu, piringan bulan mulai menutupi matahari. Puncaknya diprediksi terjadi pukul 17.52 WIB.

Dan kontak terakhir terjadi pada pukul sekitar pukul 18.02 WIB.

Statistik BMKG mencatat, peristiwa GMC sebagian ini merupakan yang keempat sepanjang tahun 2016 yang teramati di langit Indonesia. Diprediksi, pada pertengahan September, peristiwa gerhana Bulan penumbra (GBP) bisa teramati pada 16-17 September 2016.

Sebelumnya, serangkaian peristiwa gerhana teramati: gerhana Matahari total (9 Maret 2016), gerhana Bulan penumbra (23 Maret 2016), gerhana Bulan penumbra (18 Agustus 2016).


Gelombang Laut

Peristiwa GMC terjadi karena terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak sepenuhnya sampai ke Bumi. GMC terjadi karena pergerakan dinamis dari Matahari, Bulan, dan Bumi yang terjadi pada saat fase Bulan baru.

Banyak pihak mengaitkan peristiwa ini berdampak pada ketinggian gelombang air laut saat GMC terjadi. "Mengenai dampaknya terhadap perubahan tinggi air laut jelas ada," tutur Hadi.

Dia mengatakan, pengukuran dampak akurat tinggi gelombang dilakukan dengan mengukur ketinggian gelombang sebelum dan sesudah peristiwa GMC.

Di Padang, BMKG Padang Panjang akan melakukan pengamatan gerhana matahari ini di Mercusuar Bukit Lampu, Bungus dengan menggunakan teropong Vixon.

 

R24/dev 

 

 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 21 November 2017 19:13 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/JEXULa0.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru