riau24 Ribuan Guru MDA Dan Madrasah di Rohul Galau, Pencairan Dana Tunjangan Terganjal Peraturan Dari Kemendagri | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Dana Hibah

Ribuan Guru MDA Dan Madrasah di Rohul Galau, Pencairan Dana Tunjangan Terganjal Peraturan Dari Kemendagri

1
Ribuan Guru MDA Dan Madrasah di Rohul Galau, Pencairan Dana Tunjangan Terganjal Peraturan Dari Kemendagri
Berita Riau -  Ribuan Guru MDA Dan Madrasah di Rohul Galau, Pencairan Dana Tunjangan Terganjal Peraturan Dari Kemendagri
Rohul, Riau24.com - Terdata sebanyak 2.200 guru MDTA serta 1.060 guru Madrasah (MIN, MTS dan MA) baik negeri dan Swasta di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), tahun ini terancam tidak menerima dana tunjangan yang biasanya disalurkan melalui Dana Hibah Bansos oleh Pemkab Rohul.

Baca Juga :
Pasar Lesu, Hino Masih Kuat Melesat

Dana hibah Bansos Pemkab Rohul terancam tidak bisa disalurkan kepada guru MDTA dan guru Madrasyah, setelah adanya aturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang melarang pemberian dana hibah dan Bansos kepada satu penerima dalam dua tahun berturut-turut. 

Terancamnya guru MDTA dan Madrasyah di Rohul, membuat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rohul Achmad Supardi Hasibuan galau.

Bahkan  Rabu (31/8/2016) dikatakannya program pemberian tunjangan Dana Hibah Bansos bagi guru MDTA dan guru Madrasah di Rohul, sudah dilakukan selama 5 tahun berturut-turut.

Tunjangan yang diberikan Pemkab Rohul sejak lima tahun berturut-turut kata Ahmad Supardi, untuk meningkatkan kesejahteraan Guru MDTA dan Madrasah baik negeri juga swasta di Rohul. Hal ini dikarenakan gaji yang diberikan masih di bawah standard gaji guru serta masih banyak guru yang hidup dibawah garis kemiskinan.

“Tunjangan 2.200 guru MDTA, Pemkab Rohul setiap tahunnya dikucurkan Rp 5.28 miliar, setiap guru mendapat tambahan penghasilan Rp. 200 ribu perbulannya, dan itu dibayarkan per 6 bulan,” jelasnya. 


Baca Juga :
Penjual Es Lilin Itu Ternyata Murid Berprestasi

Sedangkan untuk 1.060 guru Madrasah (MIN, MTS, MA) negeri dan swasta, Pemkab Rohul kucurkan bantuan setiap tahunnya Rp 6,36 miliar, dan setiap Guru Madrasah mendapatkan tambahan penghasilan Rp 500 ribu per bulan yang juga dibayarkan setiap 6 Bulan.

“Saya berterimakasih ke Pemkab Rohul, karena 5 tahun sudah memberi bantuan bagi guru MDA dan Madrash. Tahun ini sebenarnya sudah dianggarkan dalam bentuk bantuan, hanya saja yang jadi persoalan karena adanya aturan Mendagri melarang pemerintah daerah berikan bantuan hibah bansos secara berturut-turut, sehingga anggaran itu tidak bisa dicairkan,” sebut Achmad Supardi.

Kakan Kemenag juga menyatakan, dirinya sudah lakukan komunikasi dan diskusi dengan Pemkab Rohul serta TAPD, agar bantuan guru Dana Hibah Bansos MDA dan Madrasah tetap dibayarkan tahun ini.
Salah satu solusi yang bisa diambil yakni mengeluarkan anggaran bantuan guru MDA dan Madrasah dalam Pos Hibah serta menjadikannya sebagai Kegiatan di Bagian Kesra.
 

“Uangnya sudah ada, dan kita sudah usulkan ke pemerintah merubah saja pos anggaran itu dari hibah bansos jadi kegiatan. Anggaran bisa ditempatkan di Bagian Kesra, karena di Kesra ada bagian agama dan strukturnya disana. Bila dana itu dalam bentuk kegiatan saya pikir tidak masalah dan bisa terus dianggarkan sepanjang masa,” harap Kakan Kemenag. 

Terancam tidak bisa dicairkanya anggaran bantuan guru MDA dan Madrasah oleh Pemkab Rohul, membuat dirinya risau dan galau. Karena dirinya sangat mengetahui bagaiamana kondisi ekonomi guru Madrsah dan MDA di Rohul saat ini. 

Baca Juga :
Diminta Bilang Maaf Ke Ayu Ting Ting, Jessica : Udah Dewasa, Santai Aja
 

“Bukan hanya guru MDA dan Madrasah saja yang saya risaukan, lebih risau lagi bila dana itu tidak bisa dicairkan. Saya mengetahui persis kondisi guru MDA dan Madrasah kita, karena mereka kini rata-rata hanya hanya menerima gaji Rp 300 ribu per bulannya. Mereka sangat membutuhkan dana itu untuk tambahan penghasilan, hanya itu yang mereka  bisa harapkan,” tegas Ahmad Supardi lagi.

Dirinya berharap, Pemkab Rohul dapat mempertimbangkan bantuan dana tambahan penghasilan guru MDA juga Madrasah. Karena sebagian guru saat ini sudah banyak mengharapkan bantuan itu bisa dicairkan pemerintah, mengingat besarnya kebutuhan jelang hari raya Idul Adha tahun ini.

“Saya sangat berharap, Pemkab dan DPRD Rohul jangan sampai terlewatkan membantu guru Madrasah dan guru MDA, saya mohon agar dapat mempertimbangkan agar tunjangan Dana Hibah Bansos itu bisa di bayarkan karena sangat dibutuhkan para guru,” harapnya lagi.




R24/ags 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Delivery
Rabu, 21 Desember 2016 21:47 wib
Is fast delivery viagra Safe For Men With Peyronie's Disease?
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru