riau24 Mahasiswa Beri Waktu Polri 3 Hari Untuk Copot Kapolda Riau | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Terkait Foto Kongkow Petinggi Polisi

Mahasiswa Beri Waktu Polri 3 Hari Untuk Copot Kapolda Riau

0
Berita Riau -  Mahasiswa Beri Waktu Polri 3 Hari Untuk Copot Kapolda Riau

Pekanbaru, Riau24.com- Foto kongkow polisi dengan pengusaha pembakar hutan dan lahan yang terkuak dan beredar di media sosial membuat mahasiswa dan gabungan Publik Melawan Karhutla geram.


BEM Universitas Riau bersama Publik Melawan Karhutla yakni WALHI, Bahana Mahasiswa UR, Jikalahari, FITRA Riau, LBH Pekanbaru, Riau Reset Center dan Pakar Lingkungan, Dr. Elvriadi menuntut Kapolri mencopot Kapolda Riau dalam waktu 3 hari.


"Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau seharusnya fokus mendalami kasus pembakaran hutan dan lahan di Riau yang telah meresahkan masyarakat Riau selama 19 tahun ini. Dalam menjalani tugas dan fungsinya Polda Riau seharusnya menjunjung tinggi etika dalam Institusi Kepolisian, bukan melakukan tindakan yang mempermalukannya," ujar Presiden Mahasiswa UR, Abdul Khair dalam pernyataan sikapnya.


Lanjutnya, foto yang beredar di media sosial itu diduga adalah foto Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Toni  Hermawan, Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Rifai Sinambela, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Surawan dan beberapa Polisi dijajaran Polda Riau lainnya yang “kongkow-kongkow” bersama BOS  PT. Andika Permata Sawit Lestari (APSL) yang saat ini lahannya terbakar hebat di kabupaten Rohil dan Rohul.


Foto tersebut kata dia, memunculkan dugaan bahwa ada permainan dari kongkow-kongkow tersebut antara aparat penegak hukum dengan pihak perusahaan. Temasuk dibalik penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan/Penyelidikan (SP3) terhadap 15 Perusahaan yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau tahun 2015 lalu.

 
"Jelas bahwa munculnya foto tersebut telah melukai 6 juta Rakyat Riau korban asap, khususnya 300 Kepala keluarga di Kabupaten Rohul dan Rohil yang harus mengungsi karena asap dari kebakaran yang terjadi di lahan PT APSL," terangnya, Jumat (2/9/2016).

 
"Kami merasa bahwa kongow–kongow yang dilakukan Polda Riau ini bersama Pengusaha PT APSL untuk mengamankan posisi perusahaan terkait Permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau," sambungnya lagi.


Abdul Khair menyampaikan tiga tuntutan mereka atas kekecewaan dan duka masyarakat Riau ini.


Pertama, menuntut Presiden Jokowi segera bentuk tim independen untuk menyelidiki penerbitan SP3 terhadap 15 perusahaan pembakar hutan dan lahan di Riau yang dinilai sangat tidak layak.


Kedua, menuntut Kapolri mencopot aparat Polda yang terlihat di foto yang sedang kongkow–kongkow bersama bos PT APSL.


Terakhir, mahasiswa menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda Riau selaku orang yang bertanggung jawab dalam hal yang dinilai sangat tidak tidak optimal dalam menjalankan tugasnya.


"Jika tuntutan dari BEM Universitas Riau dan Publik Melawan Karhutla tidak di penuhi dalam waktu 3 Hari maka kami akan melaksanakan Aksi Massa untuk menuntut hal sebagaimana dimaksud," tegas Abdul Khair.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru