riau24 Ini Kata Polda Riau Terkait Foto Bareng Bos Perusahaan Diduga Bakar Lahan | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Ini Kata Polda Riau Terkait Foto Bareng Bos Perusahaan Diduga Bakar Lahan

1
Berita Riau -  Ini Kata Polda Riau Terkait Foto Bareng Bos Perusahaan Diduga Bakar Lahan
Pekanbaru,Riau24.com- Dua foto tiga pejabat Kepolisian Daerah Riau bersama bos perusahaan diduga membakar lahan PT APSL beredar luas di media sosial. Organiasis Publik Melawan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) curiga ada main mata antara polisi dan pengusaha.
 
Diduga kongkow yang dilakukan Polda Riau bersama pengusaha PT APSL tersebut untuk mengamankan posisi perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan di Riau.
 
Tiga pejabat tersebut yakni Direktur Reserse Kriminal Umum Ajun Komisaris Besar Surawan, Direktur Reserse Kriminal khusus Komisaris Besar Rivai Sinambela dan Kepala Kepolisian Resor Kota Ajun Komisaris Besar Toni Hermawan.
 
Menanggapi hal itu, Direktur Kriminal Umum Polda Riau Ajun Komisaris Besar Surawan membantah tudingan organisasi Publik Melawan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan) yang menyebutkan ada dugaan main mata antara polisi dan pengusaha.
 
"Itu pertemuan yang tidak disengaja, dan tidak ada sedikitpun bahas kebakaran hutan," kata Surawan, kepada wartawan, Jumat, 2 September 2016.
 
Menurut Surawan, pertemuan itu berlangsung di lantai VII Hotel Grand Central, Pekanbaru, minggu, 27 Agustus 2016, sekira pukul 20.30. . Awalnya kata dia, pertemuan itu merupakan agenda analisa dan evaluasi tim gabungan penyidik peristiwan kerusuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Tim gabungan itu terdiri dari Divisi Pengamanan dan Profesi (Propam) Mabes Polri dan Direskrimum Polda Riau.
 
"Pertemuan itu atas inisiatif saya untuk bahas penyelidikan kerusuah Meranti," ucapnya.
 
Kata Surawan, alasan pertemuan itu dilakukan di restoran Hotel Grand Central lantaran rekannya dari Divisi Propam Mabes Polri menginap di sana. Kebetulan kata Surawan, antara dia dan dua anggota Propam dari Mabes Polri serta Direskrimsus Rivai Sinambela dan Kapolresta Pekanbaru Toni Hermawan merupakan teman lama satu angkatan.
 
"Saat kami melakukan evaluasi kasus Meranti, saya yang minta Pak Rivai dan Pak Toni hadir, " jelasnya.
 
Namun tidak lama kemudian dia menjelaskan, tanpa disengaja pada tempat yang sama, datang rombongan para petinggi berbagai perusahaan termasuk bos perkebunan kelapa sawit PT APSL yang dibawa oleh pemilik Hotel Grand Central. Karena sudah kenal dengan pemilik hotel, lalu mereka bersalam-salaman. Terakhir rombongan pengusaha itu minta foto bersama.
 
"Pemilik hotel itu yang membawa para pengusaha, karena kami sudah kenal, kami bersalam-salaman, lalu mereka minta foto bersama," jelas surawan.
 
Surawan membantah duduk satu meja bersama para pengusaha tersebut.
 
"Setelah salam-salaman dan foto bersama, kami kembali ke meja masing-masing," ujarnya.
 
Ia juga mengaku awalnya tidak mengetahui dalam rombongan pengusaha itu ada petinggi perusahaan PT APSL. "Awalnya kami tidak tahu siapa-siapa saja disana," katanya.
 
Menurutnya, dalam pertemuan itu, tidak ada pembahasan soal perkara kebakran hutan ataupun penghentian perkara (SP3) 15 perusahaan pembakar hutan. "Tidak ada bahas kebakran hutan," katanya.
 
Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo tejo menambahkan, PT APSL bukan bagian dari 15 perusahaan diduga bakar lahan yang dihentikan perkaranya (SP3) oleh Polda Riau. "Saya tegaskan, perusahaan ini tidak masuk dalam 15 perusahaan yang di SP3," jelasnya.
 
Pada 1 September kemarin, beredar foto di media sosial yang diduga polisi dari Polda Riau dan Kepolisian Resor Kota Pekanbaru bersama dengan bos PT APSL. Menurut Organisasi Publik Melawan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), lahan perusahaan ini tengah terbakar hebat di Kabupaten Rokan Hilir dan Rokau Hulu, Riau. Luas lahan terbakar mencapai 800 hektare. Akibatnya, 300 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat gangguan asap sisa kebakaran hutan dan lahan.
 
Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau Ajun Komisaris Besar Hariwiyawan Harun mengaku, kasus kebakaran lahan di lahan konsesi PT APSL saat ini tengah diselidiki oleh Kepolisian Resor Rokan Hulu dibantu dua penyidik dari Polda Riau.
 
R24/adi/yan
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ongah
Jumat, 02 September 2016 22:42 wib
Semoga saja begitu, kenyataannya...
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru