riau24 Penyanderaan di Rohul, Menteri Siti: Penyelidikan Pada PT APSL Akan Jadi Prioritas Utama | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Penyanderaan Tim KLHK

Penyanderaan di Rohul, Menteri Siti: Penyelidikan Pada PT APSL Akan Jadi Prioritas Utama

0
Penyanderaan di Rohul, Menteri Siti: Penyelidikan Pada PT APSL Akan Jadi Prioritas Utama
Berita Riau -  Penyanderaan di Rohul, Menteri Siti: Penyelidikan Pada PT APSL Akan Jadi Prioritas Utama

Pekanbaru, Riau24.com - Terkait disanderanya tujuh orang pegawai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Polisi Kehutanan (Polhut) di Rohul, Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan penyelidikan terhadap PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) akan menjadi prioritas utama.


Menteri Siti sangat menyayangkan kejadian penyanderaan tersebut. Ditegaskannya, tim KLHK memiliki otoritas sesuai UU, untuk melakukan penyelidikan di lokasi Karhutla.


''Apalagi ditemukan bukti lapangan bahwa ada ribuan hektar sawit terbakar di hutan produksi yang belum ada pelepasan dari Menteri, atau dengan kata lain, kebun sawit di areal tersebut ilegal,'' jelas Menteri Siti.

[Ini Kronologis Penyanderaan Tim KLHK di Areal yang Dikuasai PT APSL di Rohul


''Diduga kuat aktivitas ilegal ini difasilitasi pihak perusahaan dengan mengatasnamakan masyarakat melalui kelompok tani,'' tambahnya.


Dari foto-foto dan video lapangan yang berhasil diselamatkan filenya, terlihat lahan terbakar yang begitu luasnya. Sejauh mata memandang, kawasan yang tadinya merupakan hutan gambut, sudah berubah menjadi kebun sawit. Pada kawasan yang siap tanam, terlihat sisa sengaja dibakar dan beberapa titik yang sudah terbakar masih menyisakan asap mengepul.


''Dengan insiden ini, penyelidikan pada PT ASPL akan menjadi prioritas utama kami. Karena ada tiga hal penting yang melibatkan perusahaan ini. Pertama, aktifitas perambahan kawasan hutan. Kedua, pembakaran lahan. Ketiga, penyanderaan. KLHK akan mengusut dan menindaknya secara tegas sesuai dengan kewenangan yang ada,'' tegas Menteri Siti.


[Waspada Penyebaran Virus Zika, Dinkes Sebar Leaflet]

Ia juga memastikan, bahwa kejadian penyanderaan tidak akan mengurangi ketegasan KLHK dalam menindak pelaku Karhutla yang melibatkan pihak korporasi atau perusahaan lainnya. Pembakar hutan dan lahan harus dibuat jera agar tidak mengulangi perbuataanya yang membuat masyarakat menderita dan menurunkan kewibawaan negara dimata masyarakat dan dimata internasional. Apalagi dilakukan oleh korporasi yang sekaligus mendalangi perambahan kawasan hutan, secara illegal.


Kejahatan luar biasa ini harus ditindak secara keras, harus kita perangi bersama-sama. Menteri Siti menambahkan bahwa untuk itu penegakan hukum Karhutla harus menggunakan konsep multidoors dan multi instrumen hukum.


Berdasarkan UU KLHK berwenang menjatuhkan sanksi administratif seperti paksaan pemerintah, pembekuan izin dan pencabutan izin, melakukan gugatan perdata serta penegakan hukum pidana.


[Terkait PT. MIG, Zulkifli: Kemungkinan Kerjasama Lagi Tidak Mungkin]

KLHK telah menjatuhkan sanksi administratif pada 34 perusahaan terkait Karhutla. Selain itu mengeluarkan peringatan keras pada 115 perusahaan. Serta sekitar 15 perusahaan dalam proses pengadilan/perdata.


''Kejadian penyanderan ini justru menjadi penyemangat kami, untuk maju terus menindak tegas para pelaku Karhutla. Termasuk korporasi nakal yang menyalahi aturan. Ketegasan ini penting demi menjaga Indonesia,'' terang Menteri Siti.


Untuk membenahi kawasan hutan yang diubah fungsi, KLHK saat ini telah melakukan moratorium (penghentian sementara) secara menyeluruh izin pengelolaan lahan gambut dan izin pembukaan kebun sawit.


[Tabrakan Maut di Lintas Utara Riau, 4 Tewas]

''Izin yang ada kita evaluasi dan terus awasi agar tata kelolanya benar-benar memperhatikan lingkungan. Sedangkan untuk izin baru kita hentikan sementara,'' pungkasnya.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru