riau24 Ombudsmen RI Desak Lakukan Gelar Perkara Khusus Atas SP3 15 Perusahaan | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Pekanbaru

Ombudsmen RI Desak Lakukan Gelar Perkara Khusus Atas SP3 15 Perusahaan

0
Berita Riau -  Ombudsmen RI Desak Lakukan Gelar Perkara Khusus Atas SP3 15 Perusahaan

Pekanbaru, Riau24.com- Ombudsman Republik Indonesia (RI) menilai Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang diterbitkan oleh Polisi Daerah (Polda) Riau perlu didalami lagi, maka dari itu perlu dilakukannya gelar perkara khusus atas kasus ini.

"SP3 15 perusahaan perkebunan perlu didalami lebih jauh, kami sudah membahas dan mengusahakan untuk segera digelar perkara luar biasa atau gelar perkara khusus terkait hak ini," ujar Komisioner Ombudsman RI, Laode Ida, Senin (5/9/16) di Ruang Rapat Sekda Provinsi Riau.

Dijelaskan oleh pengacara ombudsmen RI sekaligus Ketua Tim SDA dan SDM, Muhajir, Polda Riau pada dasarnya telah melakukan tugasnya dengan baik terbukti pada penyidikan ditahun 2013. Namun, pada awal tahun 2015 lalu menghentikan penyidikan pada 15 dari 18 perusahaan.

"Memang keprihatinan kita bersama atas SP3 karna karhutla telah menjadi persoalan nasional. Sebenarnya polda Riau sudah lakukan penyidikan, namun menerbitkan sp3 pada 15 perusahaan. Penerbitan ini dikhawatirkan akan berdampak di polda-polda lain," ujar Muhajir.

Karena menurutnya, SP3 yang dikeluarkan pada Bulan Januari tahun 2015, namun baru terungkap pada publik di pertengahan tahun 2016 dinilai sebagai sesuatu yang harus ditelisik lebih jauh karena tidak adanya transparansi.

"Gelar perkara biasa atau khusus dilakukan aras pertimbangan kepada kasus atau perkara yang mempunyai perhatian publik, namun terungkapnya SP3 pada publik yang memakan waktu cukup lama, perlu menjadi catatan. Kita akan mencari apa alasan dibalik penerbitan SP3 ini," pungkas Muhajir.

R24/ntg

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru