riau24 Stuban Ke Riau, DPRD Kalbar Sering Mengenai Perda Masyarakat Adat | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Stuban Ke Riau, DPRD Kalbar Sering Mengenai Perda Masyarakat Adat

0
Berita Riau -  Stuban Ke Riau, DPRD Kalbar Sering Mengenai Perda Masyarakat Adat
Pekanbaru, Riau24.com-  Anggota DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Senin (5/9) mengelar studi banding (Stuban) ke DPRD Riau. Dalam kunjungannya wakil rakyat itu, tidak lain mereka ingin sering seputar  penerapan Perda  masyarakat adat yang sudah ada di Riau.

Stuban DPRD Kalbar ini langsung disambut oleh wakil ketua DPRD Riau Novriawaldi Jusman dan beberapa anggota DPRD Riau lainnya. Ketua pansus Ranperda  masyarakat adat Kalbar Martinus Sudarno mengatakan, tujuan kedatanganya dengan rombongan tidak lain untuk menimba pengalaman di DPRD Riau yang katanya sudah membuat Ranperda ini.

"di Indonesia belum banyak provinsi yang melakukan Ranperda masyarakat adat ini. dan ternyata di Riau sudah ada perdanya yang dibuat untuk pengakuan dan perlindungan masyarakat adat. Oleh karena itu kita menimba pengalaman dengan sejawat kita, alhamdulillah kita mendapat penyempurnaan yang baik untuk penyempurnaan Ranperda yang kita buat di Kalbar,'kata dia.

Sementara itu dari DPRD Riau sendiri dalam hal ini disampaikan oleh Sumiati anggota DPRD Riau kepada awak media mengatakan di Riau saat ini sudah ada tiga perda masyarakat adat, pertama Perda lembaga adat melayu, perda komunitas adat terpencil (KAT) dan tanah ulayat.  Dari apa yang disampaikan oleh DPRD Kalbar itu, Perda KUT bisa dijadikan reverensi untuk penyempurnaan pansus Ranperdanya.

"Perda Kut bisa jadi reverensi mereka,"pungkasnya.

Selain itu terkait Perda tanah ulayat dan pemanfaatnya, politisi golkar ini mengatakan pembuatannya adalah inisiatif dari dirinya dengan angota DPRD lainnya, sebab ia menilai tahah ulayat ini sangat penting bagi masyarakat Riau kususnya masyarakat persukuan yang sebagian besar tergantung pada tanah.

"Maka dari itu kita buat regulasi untuk mengatur itu. ini salah bentuk pengamanan supaya tidak diambil oleh perusahaan, hal inilah yang disampaikan kepada mereka,"tutupnya. (iko/R24)
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru