riau24 Warga Lubuk Soting Hearing Dengan Komisi II DPRD, Tuntut 75 H Dari PT. Togos Gopas | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Ganti Rugi Lahan Masyarakat

Warga Lubuk Soting Hearing Dengan Komisi II DPRD, Tuntut 75 H Dari PT. Togos Gopas

0
Warga Lubuk Soting Hearing Dengan Komisi II DPRD, Tuntut 75 H Dari PT. Togos Gopas
Berita Riau -  Warga Lubuk Soting Hearing Dengan Komisi II DPRD, Tuntut 75 H Dari PT. Togos Gopas

Rohul, Riau24.com - Sejumlah warga Desa Lubuk Soting, Kecamatan Tambusai, hearing dengan Komisi II DPRD Rokan Hulu (Rohul), Selasa (6/9/2016), untuk pertanyakan terkait ganti rugi lahan dan upah imas tumbang lahan 75 hektar yang belum dibayarkan PT. Togos Gopas.

Hearing dipimpin Ketua Komisi II DPRD Rohul Novliwanda dari Partai Gerindra, didampingi wakilnya M. Aidi, Kasmawati, serta sejumlah anggota komisi lainnya, ditunda hingga waktu tidak ditentukan karena tidak ada pihak manajemen PT. Togos Gopas hadir.


Baca Juga :
Ganti Rugi Lahan Proyek Kereta Api Dilakukan Tim Dari Pemprov Riau

Dihearing tersebut, hadir Camat Tambusai Zahrial Lutfi, Kades Lubuk Soting Maraposo Siregar, Ketua Koptan Siaga Makmur Tambusai Timur Budiman Lubis dan warga Lubuk Soting.
Bila aspirasi ganti rugi lahan tidak ditindaklanjuti PT. Togos Gopas, maka warga meminta lahan sekira 75 hektar yang belum diganti rugi dikembalikan ke warga.
 

Sikapi kedatangan warga, Wakil Ketua Komisi II M. Aidi mewakili Ketua Novliwanda yang lebih dulu tinggalkan ruang rapat, menyatakan DPRD akan menjadwalkan ulang hearing karena pihak PT. Togos Gopas tidak hadir. 

Politisi Partai Demokrat tersebut mengatakan bila surat kedua tidak ditanggapi pihak PT. Togos Gopas juga surat ketiga, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk mengambil langkah jemput paksa.

“Kita menjadwalkan kembali hearing, perusahaan akan kita undang lagi,” kata  M. Aidi.

Warga Lubuk Soting Sukrial Halomoan Nasution berharap, Komisi II DPRD Rohul menjembatani masalah ini sehingga bisa diselesaikan dan tidak terulang lagi.

Tegas Halomoan lagi, lahan warga sekira 75 hektar sudah dikerjakan sejak 2003 dan baru selesai 2006.
Setelah selesai imas tumbang selesai dilakukan warga, PT. Torganda mengambil paksa lahan hingga berujung keributan. Setelah diambil PT. Torganda, lahan ditanami tanaman kelapa sawit, kini sudah dikelola Koptan Siaga Makmur Desa Tambusai Timur Kecamatan Tambusai.
 

“Bila tidak bisa ganti rugi lahan, kembalikan saja ke masyarakat,” tegas Halomoan.

Ketua Koptan Siaga Makmur Budiman mengakui, untuk upah imas tumbang atau eksploitasi lahan sekira 75 hektar sudah dibayar pihak Koptan ke PT. Togos Gopas setiap bulan sejak 2006 silam. 


Baca Juga :
Warga Rohul Tuntut Ganti Rugi Pembebasan Lahan 351 Tower SUTT

Terkait upah imas tumbang, pihaknya akan mempertanyakan ke perusahaan dan pengurus Koptan Siaga Makmur, dimana sebelumnya diketuai Basril Lubis yang kini berstatus buronan Kejari Rohul. Menurutnya, harusnya biaya eksploitasi lahan sudah lunas bila sudah dibayarkan pengurus sebelumnya.

Anggota Komisi II DPRD Rohul menyarankan, agar pengurus Koptan Siaga Makmur menanyakan perihal upah imas tumbang ke Ketua sebelumnya, Basri Lubis, apakah sudah dilunasi atau belum.

Anggota Komisi II DPRD Rohul, Porkot Hasibuan menyatakan sebagai anggota DPRD Rohul, dirinya akan menindaklanjuti keluhan warga apalagi yang datang merupakan warga di desanya.

Politisi PDI Perjuangan berharap, PT. Togos Togas memenuhi undangan Komisi II DPRD Rohul sehingga masalah itu segera selesai, dan tidak jadi tanda tanya warga.

“Kita akan menindaklanjuti laporan masyarakat, karena kepentingan masyarakat harus diselesaikan,” janji Porkot.



R24/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru