riau24 Karhutla di Rohul Bulan Agustus Lalu Akibatkan Indonesia Gagal Atasi Asap | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Karhutla di Rohul Bulan Agustus Lalu Akibatkan Indonesia Gagal Atasi Asap

0
Berita Riau -  Karhutla di Rohul Bulan Agustus Lalu Akibatkan Indonesia Gagal Atasi Asap

Pekanbaru, Riau24.com- Kondisi asap terburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tahun 2016 terjadi pada rentang waktu 23 hingga 29 Agustus lalu. Pasalnya, ratusan titik panas bermunculan dan salah satunya ada di Rohul dari lahan PT. APSL.


Hal itu dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya usai bertemu dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Dikatakannya, Kapolri mendukung KLHK yang menyatakan perang terhadap kejahatan karhutla yang disengaja.
 

"Sebenarnya untuk tahun ini, kondisi terburuk Karhutla terjadi antara tanggal 23-29 Agustus kemarin, di Riau. Salah satunya hotspot muncul di Rohul dari lahan PT APSL. Asap mulai pekat pada tanggal 27-28 Agustus. Andai saja tidak ada kejadian itu, maka sebenarnya tahun 2016 ini bisa dikatakan Indonesia berhasil mengatasi asap, yang selama ini selalu merugikan masyarakat dan menjadi sorotan dunia internasional. Saat ada kejadian itu, maka harus dilakukan tindakan," ujar Menteri Siti, Rabu (7/9/2016).


KLHK dan Polri kompak mengawal penanganan kejahatan karhutla. Berbagai modus yang terindikasi muncul berkaitan dengan karhutla ini, akan dijadikan momentum untuk KLHK dan Polri bersama-sama mengatasi, memperbaiki dan menyelesaikan kondisi-kondisi buruk terkait lingkungan.


KLHK juga tetap melanjutkan penegakan hukum Karhutla dengan pendekatan multidoors (banyak pintu). KLHK menangani hukum administratif (perizinan) dan hukum perdata.


"Sedangkan untuk hukum pidana, yang paling terdepan adalah Pak Kapolri dan jajarannya. Sambil juga tetap dengan kami secara terus menerus melakukan konsultasi (di bidang lingkungan hidup dan kehutanan)," urainya.


"Terakhir pesan saya secara khusus untuk masyarakat, kiranya memahami bahwa akses kelola kawasan hutan untuk masyarakat, sudah ada skema-skema perhutanan sosial yang disiapkan pemerintah. Jadi akses untuk mengelola hutan itu, ada mekanismenya, ada jalurnya dan ada aturan-aturannya," ungkap Menteri Siti.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru