riau24 Kapolri: SP3 Hanya Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Praperadilan | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kapolri: SP3 Hanya Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Praperadilan

0
Berita Riau -  Kapolri: SP3 Hanya Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Praperadilan

Pekanbaru, Riau24.com- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan (SP3) akan dapat dibuka kembali jika ada praperadilan.


"Karena SP3 adalah produk hukum, maka sesuai ketentuan, SP3 itu hanya bisa dibuka kembali bilamana ada praperadilan. Jadi siapapun pihak-pihak yang merasa dirugikan, itu boleh mengajukan. Masyarakat atau teman2 LSM silahkan mengajukan. Jika nanti praperadilan itu diterima, maka kasus itu bisa kita buka kembali," katanya, Rabu (7/9/2016).


Tito menekankan, SP3 yang dikeluarkan oleh Kapolda Riau terhadap 15 perusahaan pembakar hutan dan lahan tahun 2015 terjadi pada bulan Januari hingga Mei 2016. Sedangkan dirinya baru menduduki posisi sebagai Kapolri pada bulan Juli 2016.


"Makanya saya melakukan evaluasi, mengirimkan tim dari Propam dan dari Bareskrim untuk menilai proses keluarnya SP3 tersebut. Hasil dari kesimpulan dari SP3 itu sudah saya sampaikan pada saat RDP dengan Komisi III. Seperti tidak cukup bukti, pembakarnya siapa dan ada yang kebakaran dari luar lahan masuk ke lahan serta alasan lainnya," terang Tito.


Masalah karhutla yang melibatkan korporasi, kata Tito merupakan hal yang cukup sensitif. Sebab itu, Tito membuat kebijakan dan memerintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian, bahwa Polda, Polres apalagi Polsek yang menangani dugaan kebakaran hutan oleh korporasi tidak boleh lagi mengeluarkan SP3.


Lanjutnya, kewenangan SP3 hanya dapat dilakukan setelah gelar perkara di Mabes Polri yang dilakukan di depan tim gabungan Mabes Polri dari kewilayahan. Ada dari Bareskrim, Propam, hukum dan pengawasan umum.


"Bahkan dalam gelar itu, bila perlu nanti kita akan mengundang dari KLHK, berikut juga kemudian masyarakat dan pengamat yang merasa mengetahui tentang peristiwa itu," imbuhnya.


"Kita akan undang dan harapkan SP3 korporasi yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan, bisa dilakukan secara terbuka dan tidak ada dugaan yang aneh-aneh. Ini kebijakan saya ke depan," tegasnya.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru