riau24 Gauli Siswi SMA, Staff UPTD Diksdipora Kabun Dituntut 7 Tahun Penjara | Berita Riau
Jumat, 09 Desember 2016

Pencabulan

Gauli Siswi SMA, Staff UPTD Diksdipora Kabun Dituntut 7 Tahun Penjara

0
Gauli Siswi SMA, Staff UPTD Diksdipora Kabun Dituntut 7 Tahun Penjara
Berita Riau -  Gauli Siswi SMA, Staff UPTD Diksdipora Kabun Dituntut 7 Tahun Penjara

Rohul, Riau24.com - JS (42) yang merupakan oknum PNS staff UPTD Diskdipora Kecamatan Kabun, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 7 tahun penjara dengan tuduhan dugaan pencabulan seorang siswi SMA yang masih berusia 17 tahun.

Baca Juga :
Sebelum Memulai Aksi Bejatnya, Pelaku Pencabulan di Kabun Ajak Anak Nonton Film Dewasa

Tuntutan dibacakan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul dalam persidangan tertutup yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Budi Setiawan beranggotakan Andika dan Elen Yolanda, pada Selasa (6/9/2016) kemarin.

Selain menuntut terdakwa JS dengan kurungan 7 tahun penjara, JPU Riki Syahputra juga mendenda terdakwa sebanyak Rp5 miliar subsider 5 bulan penjara. 

Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang 35 tahun 2014, tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
JS juga sempat mengajukan permohonan keringanan hukuman dari tuntutan JPU, karena  dirinya tidak muda lagi.

“Namun karena dia sopan selama persidangan, ada keluarga yang harus dinafkahi, serta dia sudah tua sebab itu kita menuntutnya 7 tahun penjara,” ungkap Riki.

Dimana sebelumnya, staff UPTD Disdikpora Kabun diringkus polisi, setelah dilaporkan ayah AR berinisial BP (45) warga Afdeling VII PT. Padasa Kecamatan Tapung, Kampar ke Polsek Tandun dengan tuduhan menggauli putrinya di dua lokasi.

Baca Juga :
Melakukan Pencabulan, Pria Paruh Baya Diciduk Polisi di Bandara 

JS warga Desa Giti Kecamatan Kabun, ditangkap polisi yang dipimpin Kapolsek Tandun AKP Artisal dan 3 personil usai Shalat Jumat di Masjid Nur Amal Desa Giti, Kabun, Jumat (17/6/2016) lalu.

Dari laporan polisi LP/ 24/ VI/ Sek Tandun, tanggal 16 Juni 2016, dugaan pencabulan dilakukan JS terhadap AR berawal pada Sabtu (20/2/16) silam sekira pukul 13.00 WIB di Wisma Tapung Indah Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun.

Di wisma itu, AR mengaku dua kali diajak berhubungan badan layaknya suami istri oleh JS. Bukan hanya sampai disitu saja, Rabu (15/6/2016) sekitar pukul 09.30 WIB, JS kembali mengajak AR. Keduanya bertemu di Simpang SMP Kabun lalu JS mengajak siswi ini ke Bangkinang dengan alasan perbaiki handphonenya yang rusak.

Setelah handphone selesai diperbaiki, JS mengajak AR ke Kota Pekanbaru dan menginap semalaman di salah satu hotel. Di hotel itu, kedua insan beda umur tersebut kembali melakukan hubungan badan.
Pada Kamis (16/6/2016), JS mengajak Melati pulang ke Kabun, dan baru tiba di rumah orang tuanya pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :
Parah, PNS di Rohul ini Rayu Gadis SMA Berkali-Kali untuk Naik Ranjang

Atas kejadian itu, BP tidak senang dengan perbuatan JS, kemudian melaporkan oknum PNS tersebut ke Polsek Tandun dengan tuduhan pencabulan.



R24/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam