riau24 Kontroversi Joged Bumbung, Dari Sisi Erotis Hingga Dianggap Merusak Moral Anak Bangsa | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Joged Bumbung Bali

Kontroversi Joged Bumbung, Dari Sisi Erotis Hingga Dianggap Merusak Moral Anak Bangsa

2
Kontroversi Joged Bumbung, Dari Sisi Erotis Hingga Dianggap Merusak Moral Anak Bangsa
Berita Riau -  Kontroversi Joged Bumbung, Dari Sisi Erotis Hingga Dianggap Merusak Moral Anak Bangsa
Jakarta, Riau24.com- Bali terkenal dengan kebudayaannya yang menarik. Banyak wisatawan asing dari mancanegara yang berlomba-lomba datang ke Pulau Dewata untuk melihat kebudayaan di salah satu pulau tercantik di dunia tersebut.

Salah satunya adalah untuk melihat Joged Bumbung. Bagi masyarakat Bali, Joged Bumbung merupakan  kesenian yang ditarikan oleh para petani Bali zaman dahulu ketika jam istirahat untuk melepas lelah.

Tarian ini termasuk tarian pergaulan sehari-sehari, saat itu petani perempuan menari diiringi rindik dan lelakinya me-ngibingsembari diiringi canda tawa.

Namun saat ini Joged Bumbung mengalami pergeseran makna di masyarakat. Bahkan anak-anak muda menganggap Joged Bumbung adalah tarian yang erotis dan porno.
Hal ini akhirnya membuat tarian tradisional asal Bali tercoreng. Seperti yang beredar di laman Facebook baru-baru ini. Sebuah video berdurasi sekitar 3 menit yang ramai dibicarakan karena dalam video tersebut, tampak penari wanita menggunakan pakaian adat Bali namun melakukan goyangan vulgar dan mengarah pornoaksi.

Video itu diunggah oleh akun Rhei Jo. Dalam tauatannya, Rhei menuliskan komentar, "Kesenian tradisional kok jadi gini ya. Rusak bangsa Indonesia Raya," tulisnya.

Memang, dari adegan demi adegan dalam video tersebut, sang penari melakukan gerakan erotis, yang bahkan jauh dari kesan kesenian tradisional.

Tarian itu diperparah ketika salah seorang penonton pria turut bergabung. Namun, kali ini tarian berubah seperti orang sedang bercinta.

Sorakan penonton yang kebanyakan kaum pria justu membuat penari itu semakin liar. Dia melakukan gerakan-gerakan seperti menggesek-gesekan bagian kelamin mereka, saling meraba bahkan ada yang seperti adegan ranjang.

Parahnya, tarian yang dilakukan pada malam hari itu ikut disaksikan oleh anak-anak. Salah satu netter bernama Edwin Fajerial menyayangkan tarian erotis tersebut.

Menurutnya, kesenian Indonesia seharusnya tidak dinodai dengan aksi yang tidak senonoh. "Erotis sekali. Saya yakin gerakan aslinya enggak begitu. Ini adalah penodaan terhadap kesenian Indonesia," kata Edwin.

Dia juga mengharapkan ada tindakan dari aparat sebab tarian Joged Bumbung tersebut mengandung unsur pornografi.







R24/dev

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Oppick
Selasa, 13 September 2016 14:13 wib
masya allah...
Ibni
Selasa, 13 September 2016 14:13 wib
terkadang budaya ama nafsu susah dibedakan bro.. apalagi kalo ngeliat penarinya kaya gitu... gw juga ga nahan bro..
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru