riau24 Polres Dumai Gagalkan Penyelundupan 26 Imigran Gelap Asal Bangladesh | Berita Riau
Senin, 05 Desember 2016

Polres Dumai Gagalkan Penyelundupan 26 Imigran Gelap Asal Bangladesh

0
Polisi mengamankan mobil bak terbuka yang membawa 26 imigran gelap asal Bangladeh (Foto: Humas Polres)
Berita Riau -  Polres Dumai Gagalkan Penyelundupan 26 Imigran Gelap Asal Bangladesh
Pekanbaru, Riau24.com - Kepolisian Resor Dumai menggagalkan upaya penyelundupan 26 imigran gelap asal Bangladesh di Jalan Soekarno - Hatta, Dumai, Rabu, 14 September 2016. Para imigran diamankan petugas saat melintas menumpangi dua mobil bak terbuka menuju Pelabuhan Pelintung, Dumai. 
 
"Mereka berencana ke Malaysia secara ilegal," kata Kepala Polres Dumai, Ajun Komisaris Besar DH Ginting, Rabu, 14 September 2016. 
 
Ginting menceritakan, kasus tindak pidana keimigrasian itu terungkap saat Satuan Lantas Polres Dumai melaksanakan kegiatan pemeriksaan kendaraan, sekira pukul 15.30. 
 
"Hal itu bersamaan dengan program prioritas Kapolri melaksanakan Penegakan Hukum yang lebih Profesional dan berkeadilan melalui penanganan kasus yang menjadi perhatian publik yakni kasus penyeludupan manusia," jelasnya. 
 
Saat melaksanakan pemeriksaan  kendaraan itu kata dia, petugas menghentikan 1 unit mobil Pick Up L300 Pick Up warna Hitam dgn No. Reg: BM 9330 FN. Mobil tersebut dikendarai Amir Mahmud, warga Deaa Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar dengan membawa 17 orang warga asing Bangladesh.
 
Beberapa saat kemudian, Ginting menambahkan, petugas kembali menghentikan 1 unit mobil APV Suzuki warnan biru metalik  No. Reg: BM 1529 SF dan di dalam mobil ditemukan 9 orang warga Bangladesh. Mobil dikendarai Abu Sayed, warga Jakan Gurun Laweh, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat. 
 
Hasil pemeriksaan sementara, para WNA masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta dengan tiga tahap secara berkelompok. Tahap pertama mereka masuk pada 1 September 2016 sebanyak tiga orang, kemudian 7 September dua orang dan 7 Agustus 20 orang. Sedangkan satu orang lagi tidak memiliki paspor.
 
Sementara itu, Abu Sayed, salah satu supir telah masuk ke Indonesia tahun 2009 melalui Bandara Minang Kabau, Padang. Ia telah memiliki Kartu Ijin Tinggal Tetap dari Dept Kehakiman Dirjen Keimigrasian sampai 2020.
 
"Ia telah menikah dgn WNI Warga Sumbar atas nama Ismayani dan telah memiliki 2 org anak," katanya. 
 
Ke 26 WNA Bangladesh tersebut tiba di Duri dari Jakarta hari Rabu tgl 14 Sept 2016 pkl 12.00 wib dengan menggunakan Bus ALS dan dijemput oleh terlapor di salah satu SPBU.
 
Ia menjemput para WNA atas suruhan Ali yang saat ini masih buron untuk dibawa ke Dumai dengan bayaran Rp700 ribu per mobil. Pengakuan para Supir para WNA itu berencana ke Malaysia secara illegal melalui daerah Pelintung Kecamatan Medang Kampai.
 
"Petugas mengamankan WNA tersebut ke Polres Dumai," ujarnya.
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam