riau24 Haji Tongsis dan Haji Demo, MUI: Jangan Ciderai Ibadah Haji | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Pekanbaru

Haji Tongsis dan Haji Demo, MUI: Jangan Ciderai Ibadah Haji

0
Berita Riau -  Haji Tongsis dan Haji Demo, MUI: Jangan Ciderai Ibadah Haji

Pekanbaru, Riau24.com- Munculnya istilah haji tongsis dan haji demo bagi oknum jamaah haji asal Indonesia, dianggap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau sebagai suatu bentuk menciderai pelaksanaan ibadah haji.


Ketua MUI Riau, Nazir Karim mengatakan waktu yang tidak boleh dicederai saat melaksanakan ibadah haji yakni mulai tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah.


"Waktu-waktu itu sakral sekali. Nah itu jangan dianggap main-main, karena haji itu sesungguhnya upacara sakral, ibadah yang tidak boleg dicampuri aspek-aspek keduniawiab yang sangat tinggi," ujar Nazir ketika dihubungi Riau24.com melalui sambungan seluler, Kamis (15/9/2016).


Terkait adanya jamaah yang suka berfoto dan mengambil foto diri sendiri atau dikenal dengan istilah selfie, Nazir tidak juga melarang hal itu untuk dilakukan. Dengan syarat, dilakukan di luar waktu sakral pelaksanaan ibadah haji tersebut.


"Kalau waktu-waktu tidak dalam pelaksanaan haji mungkin itu tidak terlalu merusak. Kalau semua urutan rukun dan wajib haji sudah selesai dilakukan, itu tidak ada masalah kalau ingin berfoto-foto atau selfie. Tapi tentu selfie yang wajar juga," katanya.


Lalu istilah lainnya yaitu haji demo. Haji demo merupakan istilah yang diberikan pada oknum jamaah haji yang membawa-bawa aroma politik ke tanah suci.


Mendengar fenomena ini, Nazir hanya menanggapi dengan santai. "Ya itu seharusnya dihindari. Kalau dari sisi saya ya semuanya kan terpulang kepada yang pergi haji. Karena seperti kata Nabi, orang itu akan mendapatkan seperti apa yang diniatkannya. Kalau niatnya benar-benat haji kan dihindarinya hal-hal seperti itu. Hal-hal duniawi termasuk masalah-masalah politik," imbuhnya.


Nazir mengawatirkan, oknum jamaah haji yang melakukan kedua istilah tersebut (haji tongsis dan haji demo) tidak dapat meresapi esensi dari pelaksanaan haji tersebut.


"Saya takutnya nanti jamaah haji ini tidak dapat merasakan makna-makna yabg terkandung dalam pelaksanaan haji," ujarnya.


"Mudah-mudahan mereka dapat haji mabrur. Mereka kembali dengan membawa bekal yang cukup untuk 'kembali' kepada Allah dan pulang ke rumah nanti. Dan dampaknya nanti tentulah mereka dapat memperbaiki dirinya," harap Mantan Rektor UIN Suska Riau ini.


Istilah haji demo bermula saat beredarnya foto kontroversial seorang pembenci Ahok saat di Tanah Suci. Kontroversi ini merupakan rentetan kejadian setelah sebelumnya ada politikus Partai Gerindra yang menyindir-nyindir kinerja pemerintahan Presiden Jokowi menggegerkan publik.


Tampak dalam foto seorang jamaah haji Indonesia dengan berbalut busana ihram berfoto sambil mengangkat sebuah kertas karton, bertuliskan doa kontroversial agar Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama tidak terpilih lagi jadi Gubernur Jakarta untuk kedua kali.


"Demi Allah kami tidak ridho Ahok memimpin Jakarta," tulis sang jamaah. Kini, foto tersebut beredar begitu cepat dan menjadi viral.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru