riau24 Miris, Bocah 8 Tahun Disuruh Mengemis | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Razia Gepeng

Miris, Bocah 8 Tahun Disuruh Mengemis

4
Miris, Bocah 8 Tahun Disuruh Mengemis
Berita Riau -  Miris, Bocah 8 Tahun Disuruh Mengemis

TEGAL, Riau24.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal pada Rabu lalu (14/9) menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng). Dalam razia itu, Satpol PP mengamankan seorang pengemis yang masih anak-anak di pertigaan Jalan Diponegoro (Gili Tugel).

Yang mengejutkan, bocah 8 tahun berinisial YDP itu mengaku diperintah oleh orang tuanya untuk mengemis di jalanan. "Aku belum sekolah, cuma disuruh ibu minta-minta," jelas YDP dengan nada polos saat ditanya anggota Satpol PP.

Razia itu untuk merespon banyaknya keluhan dan laporan dari masyarakat terkait keberadaan pengemis di Tegal. Selain mengamankan YDP, petugas juga menciduk dua orang pengemis dewasa setelah diwarnai aksi kejar-kejaran.

[Rumah Makan di Kota Padang di Razia Satpol PP, Ikan Bakar Diangkut Jadi Bukti]
 

Dari hasil pemeriksaan petugas, dua orang yang diamankan diduga melakukan eksploitasi anak dengan cara menyuruh anak-anak untuk mengemis di jalanan saat arus lalu lintas padat. Itu diperkuat dengan pengakuan YDP yang mengaku disuruh diminta ibunya untuk mengemis tanpa sekalipun merasakan bangku sekolah.

Satpol PP juga ikut mengamankan Toni (49), warga RT 2 RW 8 Jalan Serayu No. 21 Kelurahan Panggung, Tegal Timur yang mengaku sebagai ayah YDP. Toni mengaku kaget ketika melintas di Jalan Diponegoro dan melihat anaknya dibawa petugas.

"Saya gak tahu persis, jika ternyata anak saya mengemis Pak. Karena sejak cerai dengan ibu YDP, saya tidak tahu kesehariannya," ujar Toni kepada petugas.

[Warteg Dirazia, Agung Laksono: Ormas Dilarang, Satpol PP Malah Sweeping]
 

Satpol PP pun akan menelusuri pengakuan Toni sekaligus mencari ibu kandung YDP. Menurutnya, YDP diduga menjadi korban eksploitasi oleh orang tuanya sendiri.

Terpisah, Kepala Satpol PP Hartoto menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi adanya tindakan eksploitasi. Menurutnya, Satpol PP tidak memiliki kewenangan memproses dugaan eksploitasi anak.

"Jika tidak ada orang tua yang menjemput, akan kami rehabilitasi ke PPT Puspa. Tapi, karena sudah ada orang tuanya kami hanya melakukan pembinaan," imbuhnya.


R24/gig 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Koko
Jumat, 16 September 2016 10:38 wib
ini orangtuanya tidak punya otak banget ya disaat orang lain susah dapat anak, dia malah nyia2kan pemberian Tuhan.. ingat azab bu... tega nian ma anak...
Devi
Jumat, 16 September 2016 10:31 wib
Hikss..hiks..
Oki
Jumat, 16 September 2016 10:31 wib
kasihan banget seh..
Ibni
Jumat, 16 September 2016 10:31 wib
ya allah sedihnya...
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru