riau24 Jumlah Penduduk Membludak, Rohul Kekurangan Beras | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Terancam Kelaparan

Jumlah Penduduk Membludak, Rohul Kekurangan Beras

0
Jumlah Penduduk Membludak, Rohul Kekurangan Beras
Berita Riau -  Jumlah Penduduk Membludak, Rohul Kekurangan Beras

Rohul, Riau24.com - Hingga kini, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diperidiksi masih kekurangan beras mencapai sekitar 17 ribu ton per tahunnya, dikarenakan para petani di Rohul baik bertani sawah maupun ladang menjual hasil panennya ke luar daerah.

Dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Rohul, Mubrizal di ruang kerjanya, Kamis (15/9/2016) mengakui, hasil panen petani padi di Rohul banyak dijual keluar, seperti dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kampar serta daerah lainnya.

Baca Juga :
Pasca Putus Cinta, Taylor Swift Giat Lakukan.... 

“Kita masih kekurangan beras mencapai 17 ribu ton per tahun untuk kebutuhan pangan. Karena lahan kita hanya sekitar 2.199 hektar untuk 2 kali musim per tahuannya. Sedangkan  luas padi capai 13 ribu hektar per tahunnya,” sebut Mubrizal.

Sehingga katanya lagi, rata-rata lahan produksi aktif per tahunnya capai 18 ribu hektar, dimana produksinya per hektar rata-rata 3 hingga 4 ton per hektarnya.
Bila seperti itu maka total produksi padi di Rohul capai sekitar  63 ribu ton per tahun.

“Ini akibat lajunya pertumbuhan penduduk yang sangat luar biasa di Rohul, bahkan untuk tahun ini diperkirakan masyarakat Rohul sudah mencapai 577 ribu jiwa,” jelasnya.

Diakui Mubrizal, kemudian mental petani  di Rohul juga memang perlu dibina dengan baik. Karena jika tidak maka nantinya program-program pertanian yang sudah dirancang pemerintah tidak akan berjalan dengan optimal.


Baca Juga :
Pengumuman Manis dari Andien

“Bila kita serius, kemudian petani kita orientasinya bisnis bukan untuk hanya mencari makan, maka para petani bisa mendapatkan keuntungan Rp 3 juta per bulan dari hasil usaha pertanian dengan sawah,” ucapnya.

Kemudian menurut Mubrizal, bila pengelolaan optimal lalu lahan persawahannya diurus, bisa menghasilkan sekitar  6 hingga 7 ton per hektarnya.

“Cuma untuk padi gogo yang paling tinggi pendapatannya, yakni sekitar 4 ton per hektar. Namun itu produksi padi gogo di dearah Tambusai,  sedangkan di Kecamatan Rambah ada yang membeli dari luar daerah, sehingga kita juga tetap kekurangan kebutuhan pangan khususnya beras,” kata Mubrizal.




R24/ags 


Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru