riau24 Alasan Google Tolak Audit Pajak Buat Dirjen Pajak Geram | Berita Riau
Jumat, 09 Desember 2016

Amnesti Pajak

Alasan Google Tolak Audit Pajak Buat Dirjen Pajak Geram

12
Alasan Google Tolak Audit Pajak Buat Dirjen Pajak Geram
Berita Riau -  Alasan Google Tolak Audit Pajak Buat Dirjen Pajak Geram
Jakarta, Riau24.com - Penolakan Google untuk diperiksa oleh Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Kementerian Keuangan membuat pihak pajak gerah.

Dirjen Pajak pun tidak patah arang dan terus mengejar kewajiban dari Google Asia Pasific Pte Ltd, meskipun surat pemeriksaan yang dilayangkan beberapa waktu lalu dibalas dengan penolakan.

Penolakan untuk dilakukan pemeriksaan pajak sebelumnya disampaikan langsung oleh Directur Asia Pacific, Financial Planning and Analyst Marco Borla kepada kantor pajak khusus Badan Orang Asing (Badora), Jakarta.


Baca Juga :
Pengamat : Meski dapat Dukungan Golkar, Ramli Walid-Irvan Herman Belum Tentu Bisa Kalahkan Firdaus


"Mereka mengatakan di situ bahwa Google Asia Pacific Pte Ltd di Singapura ini tidak seharusnya dianggap memiliki BUT (Bentuk Usaha Tetap) dan oleh karenanya tidak seharusnya diberikan NPWP secara jabatan di Indonesia, dan dilakukan pemeriksaan lapangan," kata Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus M Haniv membacakan surat yang dikirim Google di kantornya, Jakarta, Jumat (16/9/2016).

Artinya, kata dia, Google merasa tidak perlu BUT sehingga tidak harus punya NPWP oleh karena itu tidak perlu juga dilakukan pemeriksaan oleh Kantor Pajak RI.

Haniv mengatakan, Google dinyatakan harus sebagai BUT sejak April 2016 oleh Dirjen Pajak. Maka kemudian Ditjen Pajak melayangkan surat untuk dilakukan pemeriksaan tahap awal.

Beberapa kali sempat ada komunikasi, sampai akhirnya Google mengirimkan surat penolakan.



R24/dev
 

 

Sumber:
detikcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita PekanbaruBerita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Popo
Jumat, 16 September 2016 14:33 wib
beranikah mengblokir google di indonesia mari kita nonton sinetron terkini
Goldiba
Jumat, 16 September 2016 14:33 wib
HAHAHAHAHAHAHAHA........TERNYATA SUSAH YA..........NAGIHNYA........
Rudi
Jumat, 16 September 2016 14:33 wib
rab sekalian pa...diaudit pajakanya...motong 20% dari driver..kalau ngga bayar segel..aja kantornya😈😈😈
Febri
Jumat, 16 September 2016 14:33 wib
Blokir google! YouTube isinya pembajakan semua!!
Reynold
Jumat, 16 September 2016 14:32 wib
kominfo hrs blokir google kl tidak nurut. semua OTT lain jg hrs buka kantor di sini dan buka rekening bank lokal utk penerimaan penghasilan dr indonesia. jgn cuma mau pasarnya aja tp ogah nurut
Aden
Jumat, 16 September 2016 14:32 wib
Makanya anak bangsa harus di dukung pemerintah bisa menciptakan mesin pencari kaya Google biar Google sendiri di bekukan di Indonésia, kalo tidak patuh aturan kita..jangan sampai perusahaan asing enak saja mengeruk ke untungan dari kita tanpa mau mengikuti aturan negara kita.
Maya
Jumat, 16 September 2016 14:32 wib
klo cuma satu negara google pasti berani.. coba satu asia, pasti baru ketar ketir.
Rian
Jumat, 16 September 2016 14:32 wib
di banned aja satu fitur google yg banyak di gunakan di indonesia... contoh google search...
Bayu
Jumat, 16 September 2016 14:32 wib
Berani tidak ya aparat kita???
Mas Muji
Jumat, 16 September 2016 14:31 wib
Lagi2 orang asing berulah di negeriku, harusnya pembesar2 negeri ini, pejabat2 negeri ini dan semua pemangku kebijakan dinegeri ini sadar, ada sesuatu yg salah, lihatlah p jokowi jaksa2mu, hakim2mu dan aparatmu diseluruh negeri, masya Allah ........
Kim
Jumat, 16 September 2016 14:31 wib
Di blok saja, susah bener, kalau mau exist di indonesia taatin peraturan di Indonesia.
Bambang
Jumat, 16 September 2016 14:31 wib
Jadi pengen tau cara jatuhin sanksi/hukuman nya gmn...
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam