riau24 Bank Singapura Mulai Mengancam, Ini Kata Sri Mulyani | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Amnesti Pajak

Bank Singapura Mulai Mengancam, Ini Kata Sri Mulyani

0
Bank Singapura Mulai Mengancam, Ini Kata Sri Mulyani
Berita Riau -  Bank Singapura Mulai Mengancam, Ini Kata Sri Mulyani

Jakarta, Riau24.com - Merespons ancaman perbankan Singapura yang akan menyerahkan data transaksi mencurigakan milik Warga Negara Indonesia peserta amnesti pajak, Sri Mulyani mengatakan wajib pajak tidak perlu takut.

Menurut Sri Mulyani, wajib pajak tidak perlu takut diperiksa oleh kepolisian Singapura karena Indonesia telah mengantongi dukungan dari pemerintah Singapura. Pasalnya dirinya telah menghubungi langsung Deputi Perdana Menteri Singapura Tharman Shanmugaratnam untuk memastikan dukungan pemerintah Singapura dan MAS terhadap pelaksanaan program tax amnesty yang berlaku hingga 31 Maret 2017.

Baca Juga :
Alasan Google Tolak Audit Pajak Buat Dirjen Pajak Geram 

"Dari sisi pemerintah Singapura, Monetary Authority of Singapore mengatakan bahwa mereka meng-advise (menyarankan) seluruh perbankan di Singapura untuk mendukung atau meng-encourage atau dalam hal itu memberikan support untuk para klien-nya untuk menggunakan kesempatan yang ada di dalam tax amnesty programme di Indonesia, dalam rangka untuk memperbaiki pengelolaan pajak di Indonesia," tutur Sri Mulyani saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis (15/9) malam.

Baca Juga :
NasDem Tidak Tertarik Dengan Ahmad Dhani, Kenapa...?

Singapura, kata Sri Mulyani, memang merupakan salah satu negara anggota Satuan Tugas Aksi Keuangan (FATF) yang digagas negara-negara G-7.

Berkaitan dengan bergabungnya Singapura dalam Tugas Aksi Keuangan (FATF) yang di gagas negara-negara G-7, maka Singapura diharuskan melaporkan transaksi mencurigakan dalam rangka mendeteksi aktivitas ilegal termasuk pencucian uang. Akan tetapi, keikutsertaan WNI dalam program amnesti pajak tidak bisa dijadikan dasar pemeriksaan maupun investigasi tindak kriminal di bidang keuangan.

"Di dalam konteks tax amnesty di Indonesia, maka Singapura dari sisi Monetary Authority of Singapore menekankan bahwa keikutsertaan WNI didalam program tax amnesty Indonesia tidak bisa dianggap sebagai suatu tindakan yang bisa menarik atau memicu investigasi kriminal," ujarnya.

Baca Juga :
City Gas Pekanbaru, Masyarakat Harus Bayar Rp30 Ribu Per Bulan

Menteri Keungan RI ini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan terus bekerja sama dengan pemerintah Singapura untuk menutup seluruh kemungkinan yang bisa dijadikan alasan bagi Wajib Pajak Indonesia untuk tidak mengikuti tax amnesty.

Menurut Sri Mulyani, Undang-undang (UU) Pengampunan Pajak dibuat sebagai suatu kesempatan bagi seluruh wajib pajak (terutama wajib pajak besar) untuk bisa mengikuti amnesti pajak dan menggunakan haknya dalam rangka untuk memperbaiki kepatuhan mereka terhadap Undang-undang Perpajakan di Indonesia, dengan tarif tebusan yang sangat baik.

"Jadi saya tentu tetap mengharapkan para pembayar pajak Indonesia untuk tetap menggunakan UU ini dan kesempatan ini untuk memperbaiki pelaporan (pajaknya) dan mensukseskan program amnesti ini di dalam rangka untuk membangun Republik Indonesia," ujarnya.




R24/dev 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru