riau24 Demi Mengurus Sang Ayah, Yusuf Rela Tinggalkan Bangku Sekolah | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Kisah Inspirasi

Demi Mengurus Sang Ayah, Yusuf Rela Tinggalkan Bangku Sekolah

0
Demi Mengurus Sang Ayah, Yusuf Rela Tinggalkan Bangku Sekolah
Berita Riau -  Demi Mengurus Sang Ayah, Yusuf Rela Tinggalkan Bangku Sekolah

Jakarta, Riau24.com - Kasih sayang anak terhadap orangtua tak akan lekang oleh waktu, itu dibuktikan oleh Yusuf yang berusia 13 tahun yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena harus menghidupi dan merawat sang ayah, Pak Ungut, yang menderita parkinson.

Parkinson adalah penyakit degenerasi sel saraf dengan cara bertahap pada otak sisi tengah yang berperan mengatur gerakan tubuh.
Jadi sang ayah yang berusia 42 tahun itu secara tiba-tiba tubuhnya kaku dan tidak bisa digerakkan, demam dan pusing berkepanjangan.

Kondisi rumah Yusuf sangat memprihatinkan, tanpa kamar mandi dan rumah dengan kondisi memprihatinkan. Dahulu Pak Ungut bekerja sebagai kuli bangunan. Namun karena tubuhnya digerogoti penyakit Parkinson, membuat ia tak bisa bekerja lagi, karena tangannya selalu bergoyang-goyang dan agak kesulitan berbicara. 

Tak lama kemudian, Yusuf pun tiba dari pasar. Ya, demi menghidupi sang ayah, ia rela berjualan plastik dan menjadi kuli panggul. Pekerjaan ini dilakoninya sejak setahun yang lalu dan terpaksa berhenti sekolah.
Ia pun bercerita, ibunya tega meninggalkan mereka berdua dalam kondisi seperti itu dan kini ibunya telah menikah lagi dengan pria lain.
“Istri saya sudah kabur meninggalkan kami berdua. Yusuf lah sekarang yang membantu dan merawat saya. Sehari Yusuf bisa membawa pulang uang 20.000 sampai 30.000.” begitu pengakuan Pak Ungut sambil terbata-bata dan meneteskan air mata.

“Tanah sudah habis saya jual, karena dipakai untuk biaya sekolah Yusuf, berobat dan kebutuhan sehari-hari. Uang simpanan saya sudah habis dan terpaksa Yusuf yang merawat saya dan menjadi tulang punggung ekonomi kami. Rumah saya yang setengah ini luasnya sudah saya jual, namun karena kebaikan pembeli, kami masih diizinkan untuk menempatinya” lanjutnya.

Terkadang untuk aktivitas MCK dan sholat, Pak Ungut masih bisa melakukannya sendiri, jika memang tidak sanggup ia meminta bantuan kepada Yusuf atau tetangganya. Jika tidak ada uang, terkadang mereka makan seadanya atau dari bantuan tetangga yang bersimpati kepadanya.

Ditengah perbincangan kami, Yusuf mengutarakan keinginan terbesarnya, “Yusuf ingin sekolah lagi pak, tapi ya mau gimana lagi, kondisi seperti ini, emak udah pergi gak ada kabar, gak ada lagi yang ngasih ongkos dan bapak harus sembuh”.
Begitulah keinginan Yusuf sambil mengusap keringat, menandakan ia lelah sehabis beraktivitas di pasar.

Saat ini pengobatan Pak Ungut hanya rawat jalan dan diberi obat untuk penghilang rasa sakit dengan menggunakan JAMKESDA. Untuk kartu KIS sedang diurus oleh desa setempat agar bisa mendapatkan rujukan dan fasilitas rumah sakit yang lebih memadai di Jakarta. Sedangkan pengobatan penyakit Parkinson ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Mari kita bantu Yusuf pahlawan keluarga yang gigih mencari nafkah dan merawat ayahnya agar harapan untuk dapat melanjutkan sekolahnya dapat terwujud.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Team Sedekah Sahabat di 082211009980

 

 

 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru