riau24 Sempat Terbakar, PLTBG Rantau Kembali Beroperasi | Berita Riau
Minggu, 04 Desember 2016

Diminta Hati-Hati,

Sempat Terbakar, PLTBG Rantau Kembali Beroperasi

0
Berita Riau -  Sempat Terbakar, PLTBG Rantau Kembali Beroperasi
Rohul, Riau24.com- Setelah Insiden terbakarnya karet membran tempat penampungan gas metan yang dihasilkan dari limbah Pabrik kelapa sawit (PKS), di Pembangkit listrik tenaga bio gas (PLTBG) Rantau Sakti, Tambusai Utara pada (6/9) lalu, kini sudah beroprasi seperti biasa.
 
Dimana, karet membran yang sempat terbakar tersebut, kini sudah diperbaiki, namun hanya setengah reaktor saja, dalam artia karet membaran penampung gas metan hanya setengah dari sebelumnya, namun tetap bisa mengaliri listrik ke 2332 pelanggan di tiga desa.
 
Kepala dinas pertambangan dan energi (Distamben) ‎Rokan Hulu (Rohul) Drs. Yusmar Yusuf, M.Si mengaku sangat mengapresaisikan kinerja dari pengelola PLTBG Rantau sakti.
 
"Kinerja dari pengelola PLTBG seharus nya bisa di berikan penghargaan, karna insiden terbakarnya membran bisa cepat diselesaikan dengan waktu yang terbilang‎ singkat," katanya.
 
Ia menambahakan, pemberian apesiasi dan penghargaan tersebut tentunya dilihat dari sisi sosial. PLTBG bisa dengan cepat mengatasi permasalahan, yang menyangkut 2 ribu lebih pelanggan di tiga desa.
 
Dilanjutkanya, ‎dengan usaha yang sudah sangat profesional, pengurus PLTBG mampu mengatasi insiden ini dengan baik, tanpa harus menunggu lama. Sehingga permasalahan penerangan bisa teratasi.
 
"Kita tahu, insiden tersebut membuat pengurus semakin ahli dalam menangani permasalahan yang ada. Jadikan insiden ini sebagai pembelajaran. Jangan dijadikan sebagai pelemah dalam memberikan penerangan pada masyarakat," imbuhnya.
 
Yusmar mengungkapkan, untuk pengurus PLTBG ke depan bisa lebih berhati-hati dalam mengelola, serta memberikan laporan secara berkala dan berjenjang, sehingga Distamben juga bisa mengawasi.
 
"Kita bersyukur, PLTBG bisa beroprasional seperti biasa, tepat dimalam ulang tahun ke 2 PLTBG yakni 16 September 2016. Semoga distamben bisa lebih profesional dan semakin di miliki oleh masyarakat," terangnya.
 
Sementara, Plan Meneger PLTBG Rantau Sakti, Jaya Lingga Prasetyo mengaku, saat ini semua seudah berjalan seperti bisa. Karet membran sebagai penampung gas POME sudah berfungsi, namun hanya setengah. Pasalnya setengah lagi terbakar.
 
"Karet membran sudah berfungsi dengan baik, namun hanya setengah. Untuk kebutuhan pasokan listrik gak ada masalah, akan tetap bisa mengaliri listrik ke 2332 pelanggan di tiga desa, di Tambusai Utara," terangnya.
 
Ia menambahakan, pihaknya juga sudah melakukan uji coba gas engine ke masyarakat, ‎dan hal tersebuy menandakan gas engine normal. Serta gas juga sudah cukup untuk beroprasional.
 
Saat ditanya, dengan mengaktifkan setengah reaktor saja apakah bisa mengaliri 2 ribu lebih pelanggan. Jaya menjelaskan, karet membran yang saat ini berfungsi tetap bisa mengaliri listerik ke pelanggan. Akan tetapi, penyimpanannya akan lebih singkat.
 
"Sebelumnya kan karet memberan bisa menyimpan gas selama 14 hari, namu saat ini hanya 7 hari saja dapat menyimpanya. Jadi masalah nya hanya waktu penyimpanan saja, kalau pasokan tetap bisa mengaliri listrik," imbuhnya.
 
Dirinya juga sangat berterima kasih kepada pemkab Rohul dalam hal ini Distamben, yang selalu menyuport dan memberi semangat kepada pengurus PLTBG sehingga bisa seperti saat ini.
 
"Kalau gak ada bantuan dari pemerintah daerah dalam hal ini, Distamben, mungkin kami tidak bisa seperti saat ini, dan bisa cepat dalam memulihkan inseden ‎kebakaran karet, serta pinjaman mesin dari Distamben yang bisa menerangi masyarat untuk sementara," pungkasnya.
 
R24/adi/ags
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam