riau24 Polres Pelalawan Sita Truk Pembawa 3 Kubik Kayu Ilegal | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Polres Pelalawan Sita Truk Pembawa 3 Kubik Kayu Ilegal

0
Truk beserta barang bukti diamankan polisi (Foto: Humas Polres)
Berita Riau -  Polres Pelalawan Sita Truk Pembawa 3 Kubik Kayu Ilegal

Pekanbaru, Riau24.com - Satuan Reserse Krimanal Kepolisian Resor Pelalawan menyita satu unit truk Daihatsu Dyna bermuatan kayu olahan sebanyak 3 kubik, di Desa kampung Baru, Kecamatan Ukui, Pelalawan. Diduga kayu tersebut merupakan hasil ilegal loging dari Taman Nasional Tesso Nilo.

"Satu orang supir sementera kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan, Ajun Komisaris Herman Pelani, Senin, 19 September 2016.

Baca Juga :
Hebat, Kuansing Kembali Terima Penghargaan WTP Untuk Kelima Kalinya 

Adapun supir truk yang diamankan polisi yakni BP, 34 tahun. Penyitaan dilakukan pada Minggu, 18 September 2016 dini hari, di pasar SP4, Desa Kampung Baru, Kecamatan Ukui, Pelalawan.

Menurut Herman, penyitaan mobil truk Daihatsu Dyna BM 9353 CI berawal dari informasi dari masyarakat yang menyebutkan mobil tersebut membawa muatan kayu olahan hasil ilegal loging dari Taman Nasional Tesso Nilo. Polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan pengecekan. Tepat di pinggir jalan, Pasar SP4. Polisi menemukan mobil truk lengkap dengan muatan kayu ilegal sebanyak 3 kubik.

Baca Juga :
Gerak Cepat, Korban Puting Beliung Langsung Mendapat Bantuan 

Namun saat penyitaan, mobil truk dalam keadaan kosong ditinggal oleh supirnya. Polisi kemudian menderek truk tersebut ke Markas Polres Pelalawan. Namun tidak lama beselang, sang supir datang ke kantor polisi yang merasa kehilangan mobil. "Saat itu pula polisi mengamankan supir untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Pemeriksaan sementara, BP mengaku tidak mengetahui kayu yang ia bawa adalah kayu hasil ilegal loging. Menurut pengakuan BP, ia hanya disuruh oleh seseorang membawa kayu yang telah dikumpulkan di pinggir jalan di Kecamatatan Ukui.

Hasil pemeriksaan sementara kata dia, BP mengakui tidak mengetahui kayu yang ia bawa adalah hasil pembalakan liar. Kepada polisi, pelaku mengaku disuruh oleh seseorang untuk mengangkut kayu yang telah dikumpulkan di pinggir jalan di Kecamatan Ukui.

"Kami sudah mengantongi nama pelaku perambahan tersebut," ucapnya.

Baca Juga :
Peringati HUT ke 17, Kuansing Akan Adakan Berbagai Kegiatan Bersama 

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo Darmanto mengatakan luas hutan alam di kawasan Tesso Nilo, Riau, tinggal tersisa 23 ribu hektare. Lahan itu terus menyusut akibat ulah perambahan ilegal. Padahal, pada 2014 pemerintah menetapkan luas lahan taman nasional harus 81.791 hektare.

Sekitar 4.000 keluarga menduduki hutan negara tersebut secara ilegal. Dari lahan tersisa 23 ribu hektare, 20 ribu hektare di antaranya sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi tersebut kini sudah sangat mengkhawatirkan, mengingat semakin sempitnya luasan hutan alam akibat perkebunan kelapa sawit ilegal di lahan konservasi.



R24/Nof 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru