riau24 Pedagang Enggan Pindah ke Pasar Higienis, Ini Alasannya | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pekanbaru

Pedagang Enggan Pindah ke Pasar Higienis, Ini Alasannya

0
Suasana Pasar Higienis yang Disediakan Pemerintah Kota Pekanbaru
Berita Riau -  Pedagang Enggan Pindah ke Pasar Higienis, Ini Alasannya

Pekanbaru, Riau24.com- Penertiban yang dilakukan oleh tim gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru selama dua hari ini tak terlalu berpengaruh pada beberapa pedagang untuk pindah ke Pasar Higienis yang telah disediakan oleh pemerintah.


Pasalnya, minimnya penghasilan dan kecilnya tempat yang disediakan di Pasar Higienis membuat pedagang berfikir berkali-kali untuk pidah.


Padahal, saat ini pedagang yang sudah pindah ke Pasar Higienis masih diberi fasilitas berupa pembebasan biaya retribusi selama beberapa bulan kedepan. Namun meski sudah mengetahui hal ini, berhembus isu miring bahwa nantinya pedagang akan dimintai biaya retribusi sebesar Rp1,5 juta. Makanya beberapa pedagang memilih untuk tetap berjualan di tepi jalan seperti saat ini.


"Eee sepi, ndak ada yang beli. Kata teman-teman yang udah pindah kesana juga disana itu sepi. Sikit yang beli. Terus katanya juga sekarang digratiskan 3 bulan. Tapi nanti disuruh bayar Rp1,5 juta. Tapi itu ndak tau untuk berapa lama. Tempatnya juga kecil, cuma 1x1 meter," kata Rami (55) seorang pedagang sayur di Jalan Seroja, Selasa (20/9/2016).


Senada dengan Rami, salah satu pedagang yang sudah pindah ke Pasar Higienis, May juga mengatakan bahwa di Pasar Higienis pendapatannya terbilang minim.


"Disini nyaman. Tapi untuk pembeli, sepi. Paling yang agak ramainya itu pagi. Kalau udah jam 12, sepi lagi. Jadi penghasilan tidak setimpal sama pengeluaran. Tempat yang disediakan juga kecil," ujarnya.


Namun May yang sudah berjualan di Pasar Higienis sejak satu bulan lalu ini membenarkan jika berdagang di tepi jalan, pedagang banyak dimintai biaya retribusi oleh orang-orang yang tidak jelas.


"Lebih berat di luar. Di luar banyak pungutan. Kalau disini retribusi aja belum ada sama sekali sampai sekarang. Setiap hari tempatnya dibersihkan pagi sama sore. Listrik juga gratis. Tapi ya gak tau sampai kapan," ungkap May.


Peringatan akan dilakukan penertiban ini sudah dilakukan selama satu bulan ini. Rumi yang berjualan di Jalan Seroja bersyukur hingga kini dagangannya masih aman-aman saja. Namun dironya harus selalu waspada jika tiba-tiba tim penertiban datang.


"Kalau Satpol PP datang ya minggir. Kan nampak ni dari jauh kalau petigas mau datang. Kalau sudah nampak, semua dagangan diikat, terus lempar ke pekarangan rumah yang kosong ini. Kalau udah ndak ada lagi Satpol PP nya, ambil lagi, jualan lagi. Waktu hari pertama penertiban saya dua kali angkut. Hari ini sudah tiga kali," bebernya.


Rami mengaku bahwa setelah dua hari ditertibkan, Pasar Jalan Teratai dan Seroja menjadi sepi pembeli.


R24/uci

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru